Korea Selatan Tutup Lebih dari 4.000 Sekolah, Krisis Angka Kelahiran Makin Parah

republika.co.id
2 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Krisis angka kelahiran di Korea Selatan kian menunjukkan dampak serius. Lebih dari 4.000 sekolah terpaksa ditutup akibat terus menyusutnya jumlah siswa, memaksa pemerintah melakukan penyusutan besar-besaran terhadap sistem pendidikan nasional.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Dilansir Korea Herald, Data Kementerian Pendidikan Korea Selatan yang diperoleh anggota parlemen Jin Sun-mee mencatat, hingga kini sebanyak 4.008 sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas telah ditutup karena minimnya pendaftar. Kondisi ini membuat ratusan bekas kampus sekolah terbengkalai tanpa fungsi jelas.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Invited Colonialism: Ketika Sejarah VOC Terulang dalam Bencana Sumatera
  • Pajak Kondom dan Subsidi Daycare, Strategi Baru China Dorong Kelahiran
  • Pakar UGM: SP3 KPK Bisa Diuji di Praperadilan

Penutupan paling banyak terjadi pada jenjang sekolah dasar. Sebanyak 3.674 sekolah dasar telah berhenti beroperasi, disusul 264 sekolah menengah pertama dan 70 sekolah menengah atas. Dalam lima tahun terakhir saja, 158 sekolah ditutup, dan 107 sekolah lainnya diperkirakan akan menyusul dalam lima tahun ke depan seiring tren penurunan jumlah siswa yang belum menunjukkan tanda membaik.

Wilayah di luar kota-kota besar menjadi yang paling terdampak. Provinsi Jeolla Utara diproyeksikan mencatat jumlah penutupan tertinggi ke depan dengan 16 sekolah, disusul Jeolla Selatan 15 sekolah, Gyeonggi 12 sekolah, dan Chungcheong Selatan 11 sekolah. Data ini menegaskan jurang penurunan populasi yang semakin lebar antara wilayah metropolitan dan pedesaan.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Korea Selatan saat ini mencatat salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia. Badan Statistik Korea (KOSTAT) melaporkan total fertility rate (TFR) pada 2024 hanya sebesar 0,748, jauh di bawah ambang 2,1 yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan populasi.

Masalah lain muncul dari banyaknya fasilitas pendidikan yang tidak lagi dimanfaatkan. Dari total sekolah yang ditutup, sebanyak 376 bangunan masih kosong. Bahkan, 266 di antaranya telah terbengkalai lebih dari 10 tahun, sementara 82 sekolah lainnya ditinggalkan selama lebih dari tiga dekade.

Jin Sun-mee memperingatkan bahwa gelombang penutupan sekolah kemungkinan masih akan berlanjut. Ia mendorong pemerintah menyusun rencana jangka panjang untuk mengalihfungsikan gedung-gedung sekolah kosong agar dapat dimanfaatkan sebagai aset bagi masyarakat setempat.

Dampak penurunan jumlah siswa juga dirasakan di sekolah-sekolah yang masih beroperasi. Kementerian Pendidikan mengumumkan pemangkasan 2.232 posisi guru untuk tahun ajaran 2025. Dari jumlah tersebut, 1.289 merupakan guru sekolah dasar dan sekitar 1.700 guru sekolah menengah pertama.

Sebagai langkah penyesuaian, kantor pendidikan di tingkat provinsi dan metropolitan menerapkan kebijakan sementara, antara lain dengan mengecilkan ukuran kelas menjadi sekitar 10 hingga 15 siswa serta menambah jumlah kelas untuk menyesuaikan kapasitas yang berlebih.

 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dituding Lebih Sayang Anak Erika Carlina Dibandingkan Keponakan Sendiri, Fuji Beri Jawaban Menohok Ini
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Singgung Koalisi di Retret Kabinet: PKB Harus Diawasi Terus Ini
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Menhub Tutup Posko Nataru 2025/2026, Angkutan Dinilai Berjalan Lancar dan Terkendali
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
[FULL] Sidang Pembuktian Ijazah di PN Solo: Penguggat Ajukan Saksi Dosen UGM-Eks Wakapolri Oegroseno
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Kewaspadaan Dini Hadapi Ancaman Super Flu H3N2
• 18 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.