REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) pada sampel pasien influenza dari seluruh Indonesia yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026, Superflu telah beredar di Indonesia sejak bulan Agustus 2025. Data itu menunjukkan Superflu tersebar di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Mengenal Superflu, Varian Influenza H3N2 yang Mudah Menular
- Musim Hujan Tingkatkan Risiko Influenza A pada Anak dengan Penyakit Penyerta
- Menkes: Influenza A (H3N2) Flu Biasa, Sudah Ada Sejak Dulu
"Berdasarkan informasi tersebut, saat ini masih belum ditemukan kasus Superflu di Provinsi DKI Jakarta," kata dia, Ahad (4/1/2026).
Ia menjelaskan, virus itu mulai meningkat aktivitas penularannya sejak Agustus 2025 di seluruh dunia. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) itu disebut Superflu karena penyebarannya yang relatif lebih cepat. Namun, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Meski begitu, Ani tetap mengimbau warga Jakarta untuk waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk cukup tinggi setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta sudah dimulainya musim penghujan. "Karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatannya," kata dia.
Menurut dia, Pemprov Jakarta akan terus menjalankan fungsi sentinel kasus influenza like illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas di tiap kota dan satu rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di Jakarta.
Ani menambahkan, fasilitas kesehatan di Jakarta juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran Superflu, mengenali gejala dan tanda penyakit. Pihaknya juga akan melakukan penguatan upaya promotif dan preventif terutama untuk kasus ISPA dan pneumonia.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan beberapa hal, di antaranya:
1. Sering cuci tangan pakai sabun
2. Menggunakan masker jika sedang sakit.
3. Menerapkan etika batuk
4. Hindari menyentuh wajah
5. Asupan nutrisi seimbang, minum air 2 liter sehari, istirahat cukup, olahraga teratur
6. Segera ke faskes jika keluhan berlanjut
7. Waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen




