Soroti Kuba, Trump Tegaskan AS Tak Berencana Gelar Operasi Militer

metrotvnews.com
2 hari lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melancarkan operasi militer terhadap Kuba menyusul operasi militer Washington di Venezuela pada Sabtu kemarin. Trump menyebut Kuba sebagai “negara yang sedang gagal” dan menilai sistem politik serta ekonominya tidak berjalan baik bagi rakyat.

Dalam wawancara dengan harian The New York Post, Trump menjawab pertanyaan terkait kemungkinan tindakan militer AS terhadap Kuba dengan menyatakan bahwa opsi tersebut tidak termasuk dalam rencana saat ini.

Dikutip dari Antara, Minggu, 4 Januari 2026, ia mengatakan Kuba tengah menghadapi kesulitan serius akibat sistem yang diterapkan selama ini. Menurut Trump, kondisi tersebut dapat menjadikan Kuba sebagai topik pembahasan di masa depan, namun bukan dalam konteks operasi militer.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin, menyusul operasi Washington di Venezuela yang memicu reaksi beragam dari negara-negara di kawasan dan komunitas global.

Sebelumnya pada Sabtu, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, disebut telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Sejumlah media internasional melaporkan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim operasi tersebut melibatkan anggota unit elite militer AS, Delta Force, meski hingga kini belum ada konfirmasi independen atas laporan tersebut.

Menanggapi perkembangan itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat guna membahas serangan Amerika Serikat terhadap negara tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin sah Venezuela. “Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolás Maduro Moros,” kata Rodríguez dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela menyusul operasi AS.

Rodríguez juga memperingatkan bahwa apa yang terjadi di Venezuela dapat menjadi preseden berbahaya bagi kawasan.

“Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun,” ujarnya.

Baca juga:  Kuba dan Kolombia Kecam Operasi Militer AS di Venezuela


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pendengar Radio SS Lapor Kaca Mobil Pecah Diduga karena Lemparan Batu di Waru Sidoarjo
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Petugas Kebersihan di RSUD Majalaya Tewas Dianiaya Atasan, Berawal dari Sakit Hati Masalah Utang
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Mengejutkan! Insiden Langka Lahan Sayur di Sichuan, Tiongkok Terbakar, Menyala 7 Hari Berturut-turut Tak Padam Meski Hujan Turun
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Nvidia Umumkan Vera Rubin, Chip AI Flagship Penerus Blackwell
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Legenda MU Gary Neville Prediksi Liverpool Bisa Tetap di 4 Besar, tapi Mimpi Kalau Berharap Juara Liga Inggris?
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.