Dibanding Malut United, Persija Jakarta Selangkah Lebih Dekat Amankan Tanda Tangan Eks Borneo FC, Fajar Fathurrahman

harianfajar
2 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Perjalanan panjang Fajar Fathurrahman bersama Borneo FC akhirnya mencapai garis akhir. Setelah lima musim membela Pesut Etam, bek kanan muda kelahiran Manokwari, Papua, itu resmi memutuskan hengkang. Keputusan tersebut diumumkan secara terbuka pada Kamis (1/1) melalui unggahan media sosial resmi Borneo FC, sekaligus menjadi penanda babak baru dalam karier sang pemain.

Kepergian Fajar bukan sekadar perpisahan biasa. Ia meninggalkan klub yang membesarkannya sejak usia muda, klub yang menempa mental, karakter, dan identitasnya sebagai salah satu bek kanan paling konsisten di Super League Indonesia.

“Setelah lima tahun bersama Borneo FC, saatnya bagi saya untuk menginformasikan bahwa ini menjadi hari terakhir saya menjadi bagian dari klub ini. Keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier saya,” tulis Fajar dalam pernyataannya.

Bagi pemain berusia 23 tahun ini, Borneo FC bukan hanya tempat bekerja, melainkan rumah kedua. Ia datang sebagai pemain muda dengan minim pengalaman, dan pergi sebagai sosok matang yang kini menjadi langganan Timnas Indonesia.

“Saya datang sejak usia muda yang belum mempunyai semuanya, dan sekarang mengakhirinya dengan mental dan karakter yang kuat,” lanjutnya.

Lima Musim, Konsistensi, dan Identitas

Dalam kurun lima musim, Fajar Fathurrahman mencatatkan 136 penampilan di Liga 1—kini Super League, dengan kontribusi dua gol dan 13 assist, serta total 10.543 menit bermain. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan kepercayaan pelatih yang terus ia dapatkan dari musim ke musim.

Tak hanya di kompetisi domestik, Fajar juga menjadi bagian dari Borneo FC di ASEAN Club Championship, tampil dalam lima laga dengan total 419 menit bermain. Di level regional, ia menunjukkan bahwa kapasitasnya bukan hanya untuk kompetisi nasional.

Dengan tinggi badan 1,70 meter, Fajar bukan bek kanan bertipe fisikal murni. Ia mengandalkan kecepatan, ketahanan stamina, dan kecerdasan membaca ruang. Overlap agresif, crossing akurat, serta disiplin bertahan menjadi ciri khasnya. Tak heran jika nilai pasarnya kini menyentuh Rp 6,08 miliar, menjadikannya salah satu bek lokal dengan valuasi tertinggi di posisinya.

Alasan Pergi: Zona Nyaman yang Harus Ditinggalkan

Keputusan Fajar meninggalkan Borneo FC tidak datang tanpa pertimbangan matang. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa langkah ini diambil demi keluarga dan pengembangan diri.

“Semua keputusan ini adalah tentang keluarga, mengalami tantangan baru, membawa diri keluar dari zona nyaman saya, dan mendorong diri saya untuk lebih baik secara profesional maupun pribadi,” ujarnya.

Pernyataan ini mengisyaratkan satu hal: Fajar tidak sekadar mencari klub baru, tetapi proyek baru—lingkungan yang menantangnya naik level.

Bursa Transfer Memanas: Banyak Peminat, Persija Paling Serius?

Tak butuh waktu lama, nama Fajar Fathurrahman langsung menjadi komoditas panas di bursa transfer. Sejumlah klub besar dan ambisius dikaitkan dengannya: Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Dewa United, Bali United, hingga Malut United.

Namun, dari berbagai rumor yang beredar, Persija Jakarta disebut berada selangkah lebih depan dibanding pesaing lain, termasuk Malut United yang juga dikabarkan agresif membangun skuad.

Bagi Persija, Fajar adalah solusi ideal. Macan Kemayoran membutuhkan bek kanan lokal dengan kualitas timnas, usia muda, dan pengalaman kompetisi tinggi. Fajar memenuhi semua kriteria itu. Ia bisa langsung masuk ke starting XI tanpa proses adaptasi panjang, sekaligus menjadi investasi jangka menengah.

Sementara Malut United, meski menawarkan proyek ambisius dan peluang menjadi figur sentral tim, masih dianggap kurang memiliki daya tarik kompetitif dibanding Persija yang sarat sejarah, tekanan, dan eksposur nasional.

Bagi pemain sekelas Fajar, faktor tantangan dan panggung besar sering kali menjadi penentu.

Dimensi Timnas Indonesia

Satu aspek penting yang tak bisa dilepaskan dari saga transfer ini adalah Timnas Indonesia. Sebagai pemain yang masuk radar reguler tim nasional, Fajar tentu membutuhkan klub yang menjamin menit bermain, intensitas kompetisi tinggi, dan sorotan media.

Persija menawarkan ketiganya. Bermain di Jakarta berarti berada di bawah tekanan besar—namun justru tekanan inilah yang sering membentuk pemain naik kelas di level internasional.

Menanti Keputusan Akhir

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi soal klub tujuan Fajar Fathurrahman. Namun sinyal-sinyal mengarah pada satu kesimpulan: persaingan mulai mengerucut, dan Persija Jakarta berada di posisi terdepan.

Bagi Fajar, keputusan ini akan menentukan arah kariernya dalam beberapa tahun ke depan. Apakah ia memilih stabilitas kompetitif bersama Persija, atau tantangan proyek baru bersama klub lain seperti Malut United?

Yang jelas, kepergiannya dari Borneo FC menandai akhir satu fase, sekaligus awal perjalanan baru. Dan bagi bursa transfer Super League 2025/2026, nama Fajar Fathurrahman akan terus menjadi pusat perhatian—hingga tanda tangan akhirnya benar-benar dibubuhkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Internet Rakyat Rp 100 Ribu Aktif Mulai Januari 2026, Ini Cara Daftarnya
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sinopsis Drama China Flight to You, Ketika Atasan Iblis Wang Kai dan Pilot Ceroboh Tan Song Yun Terbang Bersama Menuju Cinta
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Polri Tuai Apresiasi Setelah Libatkan Supeltas untuk Pengamanan Libur Nataru
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
71 Ribu Sekolah di Seluruh Indonesia Akan Direvitalisasi
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gelombang Protes di Iran Memasuki Pekan Kedua, Bentrokan Polisi–Warga Kembali Menyebabkan Korban Jiwa
• 22 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.