Pemprov DKI Pilih Pendekatan Humanis untuk Pelaku Tawuran, Bansos Tetap Aman

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Menanggapi tawuran yang terjadi di Jakarta awal 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mempertimbangkan pencabutan bantuan sosial (bansos) untuk keluarga pelaku.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan, sanksi langsung tidak selalu membuat pelaku jera. Pemprov DKI lebih menekankan pendekatan humanis.

“Bukan sanksi yang bisa berdampak pada keluarga rentan secara keseluruhan. Bansos seperti KJP, KLJ, dan lainnya dirancang untuk melindungi warga miskin, dan pencabutan harus sesuai regulasi yang ada serta mempertimbangkan dampak sosialnya,” ujar Chico kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).

Baca juga: Brimob Patroli di Jatinegara Cegah Tawuran Imbas Bentrok Warga

Pendekatan humanis meliputi informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur. Langkah ini dilakukan dengan kolaborasi lintas elemen, termasuk TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga.

“Tidak ada solusi instan, tapi dengan kolaborasi semua pihak, insya Allah bisa kita capai bersama,” tegas Chico.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Pemprov DKI, Pendekatan Humanis, Pelaku tawuran Manggarai, Bansos tetap diberikan, Tawuran awal 2026&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNC8yMTM0NTY1MS9wZW1wcm92LWRraS1waWxpaC1wZW5kZWthdGFuLWh1bWFuaXMtdW50dWstcGVsYWt1LXRhd3VyYW4tYmFuc29zLXRldGFw&q=Pemprov DKI Pilih Pendekatan Humanis untuk Pelaku Tawuran, Bansos Tetap Aman§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Selain itu, Pemprov DKI melalui Dinas Sosial dan DPRD akan mengevaluasi penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran.

Sebelumnya, tawuran pecah dua kali di Terowongan Manggarai pada 1 dan 2 Januari 2026.

Tawuran melibatkan warga RW 004 dan RW 012 Kelurahan Manggarai, yang saling melempar batu dan petasan.

Baca juga: Zero Tawuran di Manggarai 2026 Jadi Target Pemprov DKI, Ini Caranya

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

“Tiba-tiba kedua kelompok sekitar 20 orang saling menyerang melempar batu dan petasan di Terowongan Manggarai,” kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKBP Murodih.

Tidak ada korban luka maupun meninggal. Polisi memperketat pengamanan dan melakukan patroli untuk memastikan warga telah membubarkan diri.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tompi, Iko Uwais hingga Melaney Ricardo Kumpul di Istana Gibran, Cuma Bahas Bencana Sumatra?
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Trump umumkan penyerahan 30-50 juta barel minyak Venezuela ke AS
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Jalan Tak Ditutup Saat Tiang Monorel Dibongkar Pekan Depan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Dentuman dan Kilatan Cahaya di Cianjur, Fenomena Atmosfer dan Geofisika
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Greenland Bukan Venezuela: Eropa Kirim Sinyal Tegas ke Washington
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.