Indonesia Tegaskan Tindakan AS ke Venezuela Ciptakan Preseden Berbahaya

metrotvnews.com
2 hari lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Indonesia menilai hal ini menciptakan preseden berbahaya.

“Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri yang dikutip dari X, Minggu 4 Januari 2026.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan,” imbuh pernyataan tersebut.

“Langkah itu berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” tambah pernyataan itu.

Baca Juga :

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Venezuela usai Penangkapan Maduro
Setelah diculik dari negaranya sendiri oleh pasukan AS, Presiden Nicolas Maduro tiba di Amerika Serikat pada Sabtu malam waktu setempat dan dibawa ke Metropolitan Detention Center, New York, untuk menunggu proses persidangan atas dakwaan narkoterorisme.

Dilansir dari Euronews, Maduro mendarat di sebuah bandara kecil di New York setelah operasi militer dini hari yang mengekstraksi dirinya dan sang istri, Cilia Flores, dari rumah mereka di sebuah pangkalan militer di Caracas. Pemerintah Venezuela menyebut operasi AS tersebut sebagai tindakan “imperialis."

Operasi yang diberi sandi “Absolute Resolve” itu diikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS akan “mengelola” Venezuela hingga terjadi transisi yang “aman," sekaligus mengambil alih kendali atas cadangan minyak negara tersebut.

Langkah ini menutup kampanye tekanan intensif pemerintahan Trump terhadap Maduro yang disertai perencanaan rahasia berbulan-bulan. Operasi tersebut dinilai sebagai tindakan Amerika paling tegas untuk mendorong perubahan rezim sejak invasi Irak pada 2003.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menuntut Amerika Serikat membebaskan Maduro dan menyebutnya sebagai pemimpin sah Venezuela. Rodríguez mengatakan sejumlah warga sipil Venezuela dan personel militer tewas dalam operasi tersebut, meski tidak merinci jumlahnya. Trump menyatakan ada personel AS yang terluka, namun tidak ada korban tewas di pihak Amerika.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Headset AI Bisa Prediksi Kejang Epilepsi, Bantu Pasien Lebih Mandiri
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
Jawab Dukungan Presiden Prabowo, Pramono Anung: Gubernur Harus Bisa Bekerja Sama dengan Pusat
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Sidang Nadiem Dijaga TNI, Mahfud MD Akui Terkejut: Baru Pertama Kali Saya Lihat
• 9 menit laluokezone.com
thumb
Menkeu Purbaya Bawa Data APBN ke Hambalang
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
ESDM Ungkap Alasan Vale (INCO) Belum Bisa Beroperasi Awal 2026
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.