Jakarta, CNBC Indonesia- Banjir bandang yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 7,2 Triliun di Aceh Timur pada akhir November 2025 masih meninggalkan banyak persoalan, mulai dari akses jalan yang rusak parah hingga ribuan rumah dan fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan secara cepat.
Di sisi lain musim hujan yang masih terjadi menimbulkan kekhawatiran terhadap banjir susulan sehingga Pemkab Aceh Timur disebut Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky terus mendorong koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mewaspadai terhadap berbagai ancaman banjir dan longsor dan mendorong relokasi warga dari kawasan berbahaya.
Iskandar Al-Farlaky menyebutkan banjir Aceh Timur yang terjadi utamanay di kecamatan Simpang Jernih, Kecamatan Serbajadi Lokop dan Kecamatan Pante Bedari terjadi akibat perambahan hutan dan . Oleh karena itu Pemkab Aceh Timur sudah melaporkan kondisi ini ke Kemendagri dan mempersiapkan tim untuk menyelidiki penyebab banjir bandang ini.
Seperti apa langkah yang diambil Pemkab Aceh Timur menghadapi banjir ini? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky dalam Program Nation Hub, CNBC Indonesia, Jum'at (02/01/2026)


