Kuda-Kuda Manajer Investasi di 2026 Usai AUM Reksa Dana Cetak Rekor

bisnis.com
2 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana Tanah Air sebagai yang tertinggi pada Desember 2025. Tidak hanya pada tahun lalu, torehan total AUM tersebut bahkan jauh melampaui realisasi sejak 2020.

Untuk diketahui, total AUM industri reksa dana pada Desember 2025 mencapai Rp679,18 triliun, meningkat 3,38% month-on-month (MoM) dari realisasi Rp656,96 triliun pada November 2025. Bahkan, bertumbuh 35,04% year-on-year (YoY) dari realisasi Rp502,92 triliun pada Desember 2024.

Kinerja AUM industri reksa dana cukup bergejolak sepanjang 2025. Sempat menyentuh level terendahnya pada Januari 2025 senilai Rp493,95 triliun, AUM industri reksa dana perlahan-lahan tumbuh menjadi Rp505,83 triliun pada April 2025.

Tumbuhnya AUM reksa dana pada April sejalan dengan amblesnya kondisi pasar saham Tanah Air saat itu. Alhasil, investor memilih untuk mempercayakan asetnya kepada manajer investasi dengan harapan mampu mendulang return yang lebih baik ketimbang pasar saham.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Hal itu tampak dari pertumbuhan reksa dana saham dari posisi Rp67,49 triliun pada Maret 2025 dan menjadi Rp69,83 triliun saat pasar saham mencatatkan koreksi yang dalam.

Memasuki Oktober 2025, dana kelolaan industri reksa dana telah mencapai level Rp621,67 triliun. Berlanjut pada November 2025 mencapai Rp656,96 triliun dan Desember di level Rp679,18 triliun.

Baca Juga

  • Panin Asset Management Bidik Dana Kelolaan Rp17 Triliun di 2026
  • Dana Kelolaan Capai Rp61,23 Triliun, Manulife Proyeksi AUM Tumbuh 2026
  • Prospek Pasar Reksa Dana usai Dana Kelolaan (AUM) per November 2025 Tumbuh Tinggi

Tumbuhnya industri reksa dana Tanah Air pada 2025, turut membawa optimisme bagi manajer investasi dalam menjajakan reksa dana mereka. Kalangan manajer investasi pede AUM reksa dana mereka akan bertumbuh pada tahun mendatang.

Eastspring Investments Indonesia menjadi salah satu manajer investasi yang pede mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan. Terlebih, sepanjang 2025, Eastspring telah membukukan dana kelolaan yang meningkat 22,3% menjadi Rp72,7 triliun, dengan jumlah investor tumbuh 9% YoY.

Dari total dana kelolaan tersebut, reksa dana pendapatan tetap lewat Reksa Dana IDR High Grade memberikan kontribusi yang signifikan, sebesar Rp10 triliun terhadap total AUM perusahaan.

“Kami terus berharap bahwa dana kelolaan Eastspring Investments Indonesia akan terus bertambah,” kata Head of Investment Eastspring Liew Kong Qian kepada Bisnis, dikutip Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, prospek pasar reksa dana pada 2026 cenderung menjanjikan. Didorong oleh ekspektasi perbaikan ekonomi yang tecermin dari selarasnya kebijakan pemerintah dan bank sentral.

“Harmonisasi kebijakan ini diharapkan dapat memberikan fondasi yang lebih kuat bagi stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Nada optimis lainnya juga disampaikan oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia, yang menyandarkan pandangan optimismenya terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di 2026. Hal itu terutama didorong oleh kebijakan propertumbuhan dari pemerintah dan Bank Indonesia yang telah diimplementasikan sejak 2024.

Belum lagi, tren menurunnya suku bunga acuan dan suku bunga deposito perbankan diprediksi bakal memberikan alternatif instrumen investasi bagi investor dengan imbal hasil yang lebih menarik.

“Di 2026, dana kelolaan industri reksa dana berpeluang untuk kembali tumbuh. Dengan outlook ekonomi yang membaik, diharapkan daya tarik investor terhadap instrumen reksa dana juga akan terus membaik,” kata Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja, dikutip Minggu (4/1/2026).

Begitu juga dengan Panin Asset Management yang menargetkan pertumbuhan dana kelolaan hingga Rp17 triliun pada 2026. Target itu mencerminkan kenaikan dari realisasi Rp14,36 triliun pada 2025.

“Kami menargetkan Rp17 triliun. Secara umum, kami tidak menargetkan jenis tertentu karena pilihan produk sesuai preferensi dan profil risiko nasabah,” kata Direktur Panin AM Rudiyanto kepada Bisnis, dikutip Minggu (4/12/2025).

Melalui strategi memperbesar eksposur terhadap efek global, Panin cukup pede dana kelolaan perusahaan dapat bertumbuh secara signifikan pada tahun mendatang.

Strategi itu diterapkan dalam rangka mengurangi risiko terhadap volatilitas pasar saham Indonesia yang sepanjang 2025, kendati mampu mencetak 24 kali rekor baru, tetapi sempat mengalami pelemahan kinerja pada pertengahan tahun lalu lantaran pengumuman tarif  Trump yang diumumkan pada April 2025.

“Mengingat kinerja saham Indonesia yang relatif volatil, kami menawarkan reksa dana syariah efek global yang berinvestasi di pasar saham AS,” kata Rudiyanto.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
GoPay Lindungi Pengguna dengan Jaminan Saldo Kembali
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sekuel Film 5CM Sudah Digarap, Pevita Pearce Beri Kode Keras
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Avatar: Fire And Ash Tembus Rp 18 Triliun dalam Waktu 18 Hari Tayang di Bioskop
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
2 Cara dan Link Resmi Cek Kuota Sekolah SNBP 2026, Intip Besaran Sesuai Akreditasi
• 22 jam laludisway.id
thumb
RS UII Resmikan KRIS, Ada 150 Bed dan Fasilitas Ekstra untuk Pasien BPJS
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.