TABLOIDBINTANG.COM - Fiersa Besari memutuskan untuk tidak melanjutkan laporan kepolisian terkait insiden kecelakaan yang menimpa sang istri, Aqia, di kawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/1) saat Aqia tengah menurunkan koper dari bagasi taksi.
Saat kejadian, Aqia dibantu Ubay, manajer Fiersa Besari. Sementara itu, Fiersa diketahui sedang menggendong putri mereka yang tertidur. Tanpa diduga, sebuah mobil menabrak Aqia dari arah belakang hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.
Beruntung, hasil pemeriksaan menyatakan Aqia tidak mengalami retak maupun patah tulang. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, keluarga akhirnya memilih untuk mencabut laporan yang sempat dibuat.
Keputusan tersebut diungkapkan langsung oleh Fiersa Besari melalui unggahan Instagram Story pribadinya pada Minggu (4/1) malam. "Saya sendiri awalnya ingin memperpanjang urusan, tapi Aqia tidak mau. Ubay juga memberi pertimbangan logis," tulis Fiersa.
Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah kondisi ekonomi pengemudi mobil yang menabrak Aqia. Fiersa menyebut, pria tersebut bukan berasal dari kalangan berada. Namun, sikap sang pengemudi justru membuat Fiersa merasa kesal.
"Mohon maaf, tapi kita sama-sama tahu, solusi yang biasanya dihadirkan orang berada, tidak seperti itu. Belum diminta ganti biaya rumah sakit, sudah menawarkan Rp 200 ribu (dan katanya memang cuma punya uang segitu). Mobil juga katanya pinjam, dan bisa terlihat dari kondisi mobilnya tidak terawat," jelasnya.
Pelantun lagu Komedi Tragis itu juga memikirkan dampak jangka panjang apabila kasus tersebut diteruskan ke ranah hukum. Menurutnya, proses hukum yang panjang belum tentu memberikan keadilan yang diharapkan.
"Bukan memberikan efek jera, melainkan memberi efek dendam. Dan tetap saja, Aqia sebagai korban juga belum tentu akan mendapatkan ganti rugi secara materi," kata dia.
Meski laporan dicabut, pengemudi mobil tetap mendapatkan sanksi tilang sesuai aturan yang berlaku. Bagi Fiersa dan keluarganya, hal tersebut sudah dirasa cukup.
"Pencabutan laporan, bukan berarti memaafkan karena perihal keikhlasan, bukan paksaan," tukasnya.
Saat ini, Fiersa Besari memilih untuk fokus mendampingi proses pemulihan sang istri. Ia juga menjadikan peristiwa ini sebagai bahan refleksi bagi keluarga.
"Kesimpulan yang bisa bisa diambil, dan ini termasuk untuk orang-orang di keluarga kami juga. Ada baiknya lansia di keluarga kita dimonitor, apakah masih kondusif untuk berkendara atau tidak".



