Pantau - Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu (3/1) meningkat menjadi 80 orang, menurut laporan The New York Times yang dirilis pada Minggu (4/1), mengutip pernyataan dari seorang pejabat senior Venezuela.
Angka Korban Berpotensi BertambahPejabat tersebut menyatakan bahwa angka korban masih berpotensi bertambah, seiring proses identifikasi yang terus berlangsung.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyebut bahwa sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi tersebut, namun ia tidak memberikan rincian jumlah korban jiwa.
Operasi militer AS menjadi sorotan global setelah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan bahwa tindakan militer tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump juga menegaskan bahwa AS akan mengambil kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, termasuk membuka opsi pengerahan pasukan jika situasi memburuk.
Maduro Ditahan di New York, Hadapi Dakwaan NarkobaPasangan Maduro dan Cilia Flores tiba di New York pada Sabtu malam dan saat ini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.
Keduanya menghadapi dakwaan federal dari otoritas Amerika Serikat terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.
Nicolas Maduro membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Sejumlah pejabat di Caracas telah menyuarakan seruan pembebasan terhadap Maduro dan Cilia Flores, menyebut penahanan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Venezuela.
Informasi ini dikonfirmasi melalui laporan dari Anadolu.


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F06%2Fee45a0c6-9151-372b-bacf-b54126aea12b_heic.jpg)
