Tuai Perdebatan, Bolehkah Traveler Langsung Berdiri Begitu Pesawat Mendarat?

kumparan.com
2 hari lalu
Cover Berita

Kebiasaan penumpang pesawat yang langsung berdiri begitu pesawat mendarat kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan traveler dunia. Praktik ini bahkan dianggap cukup kontroversial, hingga Turki mulai memberlakukan denda bagi penumpang yang berdiri terlalu cepat sejak 2025.

Sebagian orang mengejek kebiasaan ini sebagai tindakan sia-sia, karena dinilai hanya menghemat waktu beberapa detik. Namun, di sisi lain, banyak pula yang menilai kebiasaan tersebut justru membantu proses turun dari pesawat menjadi lebih tertib dan tenang.

Untuk meluruskan perdebatan tersebut, People mewawancarai penasihat perjalanan Nicole Campoy Jackson dari Fora Travel, yang menyebut kebiasaan berdiri lebih awal ini sebenarnya “masuk akal untuk sejumlah alasan”.

Menurut Jackson, alasan paling umum penumpang berdiri segera setelah tanda sabuk pengaman dimatikan adalah karena ingin melancarkan peredaran darah setelah duduk berjam-jam. Selain itu, banyak pula yang ingin lebih cepat mengambil barang dari bagasi kabin.

Meski hanya menghemat beberapa detik, kebiasaan ini dinilai memiliki manfaat mental dan emosional, karena membantu penumpang merasa lebih siap dan terorganisir menghadapi proses keluar dari pesawat. Namun, Jackson mengingatkan bahwa etika tetap harus dijaga.

“Berdiri itu boleh, tapi membuat orang lain merasa terjepit, terganggu, atau seolah-olah Anda menyerobot, itu tidak boleh,” tegasnya.

Siapa yang Sebaiknya Berdiri Lebih Dulu?

Jackson menilai penumpang kursi lorong (aisle seat) adalah kandidat terbaik untuk berdiri lebih awal, karena tidak menghalangi penumpang lain dan justru membantu mereka di kursi tengah atau dekat jendela mengambil barang.

“Penumpang di kursi tengah akan sangat terbantu ketika kursi lorong terbuka saat mereka mengemas barang,” jelasnya.

Penumpang dengan jadwal transit yang mepet juga sering memilih berdiri lebih cepat. Namun, Jackson menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk bersikap kasar.

“Kalau punya waktu transit singkat, sampaikan dengan baik dan berharap penumpang lain mau membantu,” ujarnya.

Dalam beberapa kasus, penumpang lain bahkan rela tetap duduk, agar mereka yang memiliki kebutuhan mendesak bisa turun lebih dulu.

Siapa yang Sebaiknya Tetap Duduk?

Masalah muncul ketika penumpang berdiri tanpa memperhatikan sekitar saling berhimpitan, mendorong, dan mengangkat tas kabin secara berbahaya.

“Versi terburuknya adalah ketika orang-orang saling menginjak, tas bertumpuk di lorong, dan hampir menjatuhkan barang ke kepala penumpang yang masih duduk,” ungkap Jackson.

Pada akhirnya, semua penumpang memiliki tujuan yang sama turun dari pesawat dengan aman, tertib, dan efisien. Jackson menekankan pentingnya bergiliran, menunggu ruang tersedia, serta menjaga kesopanan.

Ia juga mengingatkan satu hal yang sebaiknya dihindari sepenuhnya mengomentari lambatnya orang lain.

“Semua orang ingin segera turun, entah itu penerbangan 2 jam atau 16 jam. Ada yang bergerak cepat, ada yang lebih lambat. Berteriak atau mengeluh hanya akan membuat suasana semakin tegang,” tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Remaja di Bekasi Kabur saat Akan Disunat, Damkar Turun Tangan Bantu Bujuk
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Saham Emiten Migas RATU & ENRG Cs Ditutup Variatif Usai Tersengat Konflik AS-Venezuela
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Persentase Fajar Fathurrahman ke Malut United 10 Persen dan Dewa United 75 Persen, ke Persija Jakarta?
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Kolong Tol Bakal Disulap Jadi Fasilitas Olahraga, Pramono: Wali Kota Bikin Ring Tinju hingga Skatepark
• 20 jam laludisway.id
thumb
Proyek Listrik Timor Leste Mandek, Green Power (LABA) Genjot Bisnis Kendaraan Listrik 
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.