REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lautaro Martinez menegaskan kemenangan Inter Milan atas Bologna tidak datang secara kebetulan. Menurut kapten Nerazzurri itu, keberhasilan menang 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin (5/1/2025) dini hari WIB merupakan buah dari rencana taktis yang disiapkan secara matang untuk mengakhiri tren buruk melawan Bologna.
Lautaro menyebut Inter sejak awal sadar menghadapi lawan yang kerap menyulitkan mereka dalam beberapa musim terakhir. Karena itu, pendekatan permainan menjadi kunci utama dalam laga tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Inter Curi Tiga Poin dari Kandang Atalanta, Gusur AC Milan di Puncak Klasemen Serie A Liga Italia
- Adu Penalti Bologna vs Inter Milan, Mengulang Catatan yang Terjadi 30 Tahun Lalu
- Tantang Inter Milan, Jadi Laga Perdana Bologna di Piala Super Italia
“Sebelum pertandingan, saya mengatakan kami sudah menyiapkan rencana, dan itu bekerja dengan sangat baik,” ujar Lautaro kepada DAZN Italia, dikutip dari Football Italia.
Ia menekankan agresivitas Inter saat kehilangan bola menjadi pembeda utama. Menurut Lautaro, tekanan cepat selepas kehilangan penguasaan bola membuat Bologna kesulitan mengembangkan permainan. Dukungan lini tengah dalam perebutan bola kedua juga membuka ruang bagi Inter untuk menciptakan peluang.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Bagi Lautaro, kemenangan ini terasa semakin spesial karena ia sempat mengalami cedera ringan di awal pertandingan. Jarinya terinjak pada menit-menit awal laga. Namun sang kapten memilih tetap bertahan di lapangan.
“Ini tiga poin yang sangat penting. Tangan saya sakit, tapi saya tetap berjuang dan memberikan yang terbaik untuk tim. Saya pulang dengan bahagia malam ini,” kata penyerang asal Argentina itu.
Lautaro juga menyoroti kekompakan lini depan Inter, termasuk perannya bersama Marcus Thuram. Ia menyebut gol Thuram yang tercipta lewat dadanya sebagai buah kerja keras kolektif tim.
“Kami semua bekerja untuk tim. Thuram pantas mendapatkannya. Kami ingin membawa Inter sejauh mungkin,” ujar Lautaro.


