REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin menjelaskan alasan pengelola menaikkan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat. Menurutnya, kenaikan harga tiket sebagai upaya meningkatkan perawatan dan pemeliharaan koleksi museum.
Keputusan pengelola menaikkan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia bagi pengunjung dewasa dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000 mulai 1 Januari 2026 menjadi sorotan publik.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Kim Seon-ho Kembali! Netflix Rilis Trailer 'Can This Love Be Translated?' yang Bikin Baper
- Catat, Ini Puasa Sunnah yang Bisa Diamalkan Selama Januari 2026
- BTS Siapkan Album Baru dan Tur Dunia 2026: Ada 14 Lagu, Jadwal Konser Diumumkan 14 Januari
Indira menyampaikan pengelola perlu melakukan penyesuaian tarif agar dapat menjalankan pemeliharaan koleksi sesuai standar yang ditetapkan.
“Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2025).
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Indira menuturkan pengelola Museum Nasional Indonesia mengemban tanggung jawab menjaga warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia.
Sebagaimana pengelola museum lainnya, Museum Nasional Indonesia mengandalkan pendanaan dari pemerintah, filantropi, serta penjualan tiket pengunjung untuk melakukan pemeliharaan koleksi dan memberikan pelayanan kepada publik.
Kementerian Kebudayaan sebagai penanggung jawab institusi Museum dan Cagar Budaya, termasuk Museum Nasional Indonesia, telah memutuskan penyesuaian tarif tiket masuk museum mulai 2026.



