Ribuan pendukung pemerintah turun ke jalan-jalan Ibu Kota Caracas, Venezuela, pada hari Minggu (4/1/2016), menyuarakan tuntutan mereka untuk kembalinya Presiden Nicolas Maduro, yang pada hari Sabtu (3 Januari) ditangkap dan dibawa keluar negeri oleh AS.
Sambil menenteng senjata dan plakat, para loyalis Nicolas Maduro menyuarakan dukungan penuh di tengah krisis yang memanas. Dengan meneriakkan slogan 'Venezuela bersama Nicolas', mereka juga memamerkan figur aksi 'Super Bigote' dan 'Super Cilita', simbol kepahlawanan Maduro dan sang istri, Cilia Flores, di mata para pendukungnya.
Para pengunjuk rasa juga menolak kemungkinan terpilihnya pemerintahan yang dipilih oleh AS.
Yolanda Ivimas, seorang perwakilan medis, mengatakan: "Kami bebas dan berdaulat. Donald Trump tidak bisa memiliki minyak kami. Maria Corina, Rubio, Edmundo tidak satu pun dari mereka akan memerintah kami. Kami memiliki seorang presiden, dan namanya adalah Nicolas Maduro."
Maduro berada di pusat penahanan New York menunggu sidang pengadilan pada hari Senin (5 Januari) atas tuduhan narkoba.



