Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya

merahputih.com
1 hari lalu
Cover Berita

MerahPutih.com – Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang dilakukan Amerika Serikat (AS) seolah membuat dunia gempar.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengatakan, Maduro menjadi target utama Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Ia menyebutkan, ada dua alasan Maduro ditangkap, yakni perdagangan senjata api ilegal dan keterlibatan dalam penyeludupan narkotika ke Amerika.

Berkat penangkapan tersebut, sejumlah sekutu Amerika ikut bersorak seperti Argentina, Ekuador, hingga Israel.

Baca juga:

Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat

“Bukan hanya itu, jutaan rakyat Venezuela pun ikut bersorak atas penangkapan pemimpin dikatator sosialis ini,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1).

Jerry menyatakan, ada satu keuntungan Trump dengan take over (mengambil alih) Venezuela, yakni bisa menguasai hasil kekayaan alam Venezuela. Lalu, cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel mengalahkan Arab Saudi, Iran, Irak dan UEA.

“Amerika saja hanya mempunyai cadangan hanya 74 miliar barel jauh di atas Venezuela,” tutur Jerry.

Namun, sejumlah negara kolega Venezuela, seperti China, Korea Utara, Kuba, Kolumbia, Prancis, hingga Rusia tentu saja merasa terusik dengan langkah Trump ini.

Baca juga:

Jazuli Nilai Serangan AS Langgar Kedaulatan Venezuela dan Abaikan Piagam PBB, Bahaya jika Dibiarkan

“Yang paling terpukul saya kira RRC, lantaran sejumlah pejabat China barusan bertemu dengan Maduro,” ujarnya.

Jerry memperkirakan, hal itu bisa memperburuk hubungan AS dengan sejumlah sekutu Venezuela.

Sebagai informasi, kini Mahkamah Agung menunjuk Wapres Dulcy Rodriquez menggantikan posisi Maduro. Sejauh ini, Jerry memaparkan, sudah ada empat kepala pemerintahan yang ditangkap dan diekstradisi AS.

Empat kepala pemerintahan tersebut adalah Pemimpin Filipina Emilio Aquinaldo, Presiden Panama Manuel Noriega, Pemimpin Irak Saddam Husein, dan terakhir Nicolas Maduro.

“Penangkapan ini, secara nyata, menunjukan kekuatan militer Amerika Serikat khususnya pasukan elit mereka Delta Force,” ujarnya. (knu)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pamer Indonesia Swasembada Beras di Tengah Gejolak Dunia
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: Indonesia Mampu Mengatasi Berbagai Cobaan dengan Kekuatan Sendiri
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dikabarkan Meninggal Padahal Masih Hidup, Begini Cerita Syaiful Bahri dan Samuji
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
7 Wanita yang Disorot Dekat dengan Ariel NOAH, Andhara Early-Luna Maya
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Saat Ratusan Peserta Adu Keahlian Membuat Seni Kaligrafi di Kudus
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.