JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan mengungkapkan motif pria berinisial HA (31) diduga membunuh anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial MA (9) di Cilegon, Banten.
Kombes Dian menyebut faktor ekonomi menjadi motif pelaku melakukan aksinya. Menurut dia, impitan ekonomi dialami HA setelah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah saat mencoba peruntungan melalui saham kripto.
Bedasarkan hasil pemeriksaan penyidik, awalnya pelaku HA yang merupakan pegawai operator produksi PT CA sempat mendapatkan keuntungan mencapai Rp4 miliar dari bermain kripto.
"Ini diketahui oleh penyidik bahwa yang bersangkutan sebelumnya sempat bermain saham kripto dengan modal awal Rp400 juta,” kata Dian dalam konferensi persnya yang disiarkan dari Breaking News Kompas TV, Senin (5/1/2026).
“Uang tersebut diperoleh dari tabungan bersama yang bersangkutan dengan istrinya. Dari Rp400 juta ini berkembang hingga mendapatkan keuntungan senilai kurang lebih Rp4 miliar."
Baca Juga: [FULL] Eks Kabareskrim Polri Soroti soal Jejak Kejahatan Pelaku Pembunuh Anak Politisi PKS
Namun, saat mendapatkan keuntungan miliaran rupiah tersebut, lanjut Dian, pelaku HA merasa belum puas sehingga kembali mencoba peruntungan lagi lewat kripto. Tapi, kali ini pelaku HA disebut mengalami kekalahan.
“Setelah kalah, yang bersangkutan melakukan peminjaman di Bank Mandiri senilai Rp700 juta, di koperasi tempat yang bersangkutan bekerja Rp70 juta, dan meminjam dari pinjol Rp50 juta,” tuturnya.
Pinjaman yang diajukan pelaku HA tersebut, kata Kombes Dian, tujuannya untuk bermain kripto lagi.
"Tujuannya untuk main kripto lagi. Tapi hasil yang diperoleh, yang bersangkutan kalah kembali," ujarnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- polda banten
- pembunuhan anak politikus pks
- pembunuhan
- pencurian
- pembunuhan anak di cilegon





