JAKARTA, DISWAY.ID— Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah konstitusional, regulatif, sekaligus tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijalankan secara profesional dan berintegritas.
Hal ini disampaikan saat membuka Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan Embarkasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenhaj memperkuat kapasitas sumber daya manusia petugas haji.
BACA JUGA:Inspektorat Kemenhaj Tegaskan Zero Tolerance Mafia Haji 2026
Menurut Menhaj, kualitas penyelenggaraan haji sangat ditentukan oleh kualitas petugas.
Fasilitator Diklat PPIH berperan strategis menjaga standar mutu pelatihan sekaligus membentuk karakter petugas.
“Petugas haji adalah perpanjangan tangan negara dan Presiden dalam memberikan pelayanan kepada jamaah. Karena itu, fasilitator tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk cara berpikir, sikap kerja, dan etos pengabdian,” tegasnya.
Peserta Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026-ist-
Menhaj menekankan tiga hal utama:
1. Profesionalisme berbasis kompetensi dan nilai. Fasilitator harus menguasai substansi tugas petugas haji sekaligus menanamkan keikhlasan, tanggung jawab, disiplin, dan empati.
2. Kesatuan persepsi dan narasi kebijakan. Fasilitator menjadi perpanjangan kebijakan Kemenhaj agar tidak terjadi perbedaan pesan di lapangan.
BACA JUGA:Bimtek Pemvisaan Haji 2026, Kemenhaj Dorong Dokumen Jemaah Super Akurat
3. Kemampuan membimbing dan menginspirasi. Fasilitator dituntut menciptakan suasana pembelajaran dialogis, partisipatif, dan relevan dengan dinamika lapangan.
Ia juga menyinggung peningkatan kualitas Diklat petugas haji tahun ini yang berlangsung satu bulan penuh dengan penempatan layak.
“Harapannya, petugas tahun ini dapat memberikan pelayanan lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya menyaksikan langsung dedikasi luar biasa petugas yang bahkan tidur di Arafah dan Mina demi melayani jamaah,” ujarnya.
- 1
- 2
- »

