JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang tentu saja akan berjuang mati-matian demi bisa mendapatkan uang agar dapat bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta.
Hal itu yang dilakukan oleh kakak beradik Ramdhan (19) dan Fitri (23) asal Depok, Jawa Barat, yang memilih untuk menjadi pengamen dengan menggunakan kostum hantu demi mendapatkan uang.
Hampir setiap harinya, Ramdhan dan Fitri berangkat dari Depok sekitar pukul 16.00 WIB menuju ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Utara.
Baca juga: Cerita di Balik Sosok Hantu Kakak Beradik di Depan JIEXpo
Setibanya di Kemayoran, keduanya akan mencari tempat untuk berganti kostum dan mendandani wajah mereka hingga menyerupai hantu.
Ramdhan memilih berdandan sebagai pocong, sedangkan Fitri kuntilanak dengan rambut panjangnya.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=pengamen, desakan ekonomi, indepth, pengamen berkostum hantu, kakak beradik pengamen, ekspresi kultural&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xMjM2MzAwMS9wZXJqdWFuZ2FuLXBlbmdhbWVuLWtvc3R1bS1oYW50dS1iZXJ0YWhhbi1oaWR1cC1kaS1qYWthcnRhLWRpdXNpci1oaW5nZ2E=&q=Perjuangan Pengamen Kostum Hantu Bertahan Hidup di Jakarta, Diusir hingga Dihina§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Mereka akan mengamen hingga pukul 24.00 WIB dengan berkeliling wilayah Kemayoran demi bisa mendapatkan uang.
Bekerja hingga tengah malam, Fitri dan Ramdhan bisa mendapatkan uang Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per harinya.
Pendapatan itu, mereka gunakan untuk membayar kontrakan di Depok dan makan sehari-hari keluarganya.
Terpaksa mengamenRamdhan mengaku, terpaksa menjadi pengamen berkostum hantu karena kontrak kerjanya di restoran tak lagi diperpanjang beberapa waktu lalu.
"Bukan enggak mencari kerja, dulu aku kerja di restoran tapi karena kontraknya udah habis jadi kayak begini buat sampingan sambil mencari kontrakan lagi," ucap Ramdhan saat diwawancarai Kompas.com di JIExpo, Selasa (30/12/2025) malam.
Sedangkan kakaknya terpaksa ikut mengamen karena hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan harus membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca juga: Pengamen Berkostum Hantu Sudah Modern, Kalungi Kode QRIS Saat Keliling
Mengingat, suami Fitri juga hanya berprofesi sebagai pengamen berkostum hantu yang sering beroperasi di wilayah Pecenongan, Jakarta Pusat, yang pendapatannya juga tak menentu.
Menjadi pengamen berkostum hantu tentu saja bukan pekerjaan yang Ramdhan mau, karena sebenarnya ia bercita-cita menjadi tentara.
Tapi, karena keterbatasan biaya, pemuda bertubuh tinggi itu terpaksa mengubur mimpinya dalam-dalam.
Di sisi lain, Ramdhan dan Fitri harus berbagi peran untuk memenuhi kebutuhan hidup ibunya yang sudah tidak lagi bekerja dan tinggal bersama di kontrakan.
Menahan malu dan hindari kriminalMencari uang dengan cara mengamen pakai kostum hantu tentu saja tidak mudah untuk dijalani.
Ketika baru pertama menjalani pekerjaan ini, Ramdhan berharap tak ada satu orang pun yang mengenali wajahnya yang sudah didandani menyerupai pocong.
Namun, make up hantu itu seringkali gagal menutupi wajah Ramdhan, sehingga banyak tetangga yang tetap mengenalinya jika bertemu di jalan.
"Sering ketemu dan dikenalin tetangga tapi ya mau gimana kita enggak malu namanya kerja," ungkap dia.
Baca juga: Menanti Klarifikasi Pemilik Mobil RI 25 yang Potong Antrean di Tol Cilandak





