MerahPutih.com - Posisi Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United kini mulai diragukan, setelah kritiknya terhadap jajaran petinggi klub.
Nasibnya kini tidak pasti setelah serangan mengejutkannya terhadap dewan direksi MU, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, Minggu (4/1) kemarin.
Baca juga:
Chelsea Tahan Imbang Manchester City, Gol Menit Akhir Enzo Fernandez Bikin Arsenal Bahagia
Ruben Amorim Blak-blakan Kritik Petinggi Manchester United Ruben Amorim kritik petinggi Manchester United. Foto: Dok. Premier LeaguePelatih 40 tahun itu mengeluhkan gelar "pelatih kepala" yang disandangnya. Ia juga bersikeras agar disebut sebagai "manajer."
Lalu, Amorim kembali melontarkan sindiran terselubung kepada Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, setelah kepindahan pemain sayap Bournemouth, Antoine Semenyo, gagal terwujud.
Amorim berjanji tidak akan mengundurkan diri. Namun, ia menuntut kendali lebih besar di tengah kebuntuan bursa transfer.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih Manchester United. Dan itu jelas. Saya tahu nama saya bukan Tuchel, bukan Conte, bukan Mourinho, tetapi saya adalah manajer Manchester United," ujarnya.
“Dan akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk menggantinya. Jadi itulah poin saya. Saya ingin mengakhiri dengan itu.”
Baca juga:
Rasmus Hojlund Ogah Balik ke Manchester United, Napoli Siap Permanenkan Statusnya
Setan Merah sendiri dikabarkan siap merekrut Semenyo sebelum Manchester City muncul sebagai kandidat terdepan.
Sayangnya, tidak jelas apakah Amorim menginginkan Semenyo atau lebih memilih memperkuat area lain dalam skuad asuhannya.
MU juga berencana untuk merombak lini tengah mereka, tetapi baru bisa terwujud pada musim panas mendatang.
Delapan pemain tim utama absen dalam dua pertandingan terakhir dan MU hanya memenangkan tiga dari 11 pertandingan terakhir.
Meskipun menuai hasil buruk, MU sempat naik ke posisi kelima di klasemen Premier League, setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mendapatkan satu poin di Leeds.
Ruben Amorim Sempat Isyaratkan Ada Masalah di Manchester United Ruben Amorim sempat singgung ada masalah di Manchester United. Foto: Dok. Manchester UnitedAmorim juga mengisyaratkan adanya masalah di balik layar sebelum ia menantang pihak manajemen klub untuk mendukungnya atau memecatnya di Elland Road.
MU jarang melakukan pembelian pemain di bursa transfer musim dingin sejak kedatangan Bruno Fernandes di pertengahan musim pada Januari 2020.
Kedua pemain yang didatangkan pada musim dingin tahun lalu, yakni Patrick Dorgu dan Ayden Heaven, menjadi rekrutan yang dipimpin klub dan disetujui oleh Amorim.
Selain itu, Amorim mengungkapkan pada Boxing Day, bahwa terkadang ia harus menemukan "titik temu" dengan Wilcox.
Baca juga:
Federico Chiesa Makin Dekat Pulang ke Serie A, Pilih AS Roma atau Juventus?
Wilcox pernah bekerja dengan Kepala Eksekutif Manchester United, Omar Berrada, di Manchester City sebelum keduanya pindah ke Old Trafford pada 2024.
Direktur Perekrutan Manchester United, Christopher Vivell, juga tampaknya menjadi sasaran kemarahan Amorim.
Hal itu muncul setelah sebuah laporan mengklaim, bahwa Vivell mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang 1-1 melawan Fulham pada Agustus 2025 lalu.
Setelah pertandingan, manajer Fulham, Marco Silva dan gelandang Alex Iwobi, menjelaskan bagaimana mereka mengeksploitasi sistem 3-4-2-1 milik Amorim. (sof)





