Alasan Pemkot Bekasi Gunakan Kontainer untuk Wisata Air Kalimalang

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengungkapkan alasan memilih menggunakan kontainer sebagai bagian dari proyek Wisata Air Kalimalang. Hal ini dikarenakan adanya aturan yang melarang pendirian bangunan permanen di bawah jalan tol.

Ketentuan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan yang mengatur pemanfaatan ruang di sepanjang, di atas, dan di bawah jalan. Aturan itu juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol.

Direktur Utama PT Mitra Patriot Bekasi, David Rahardja, menegaskan penggunaan kontainer telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku dan mendapat izin dari pengelola tol.

Baca juga: Kontainer Wisata Air Kalimalang Dibagi, 20 Persen untuk UMKM Bekasi

“Jelas ya karena aturan tidak boleh ada bangunan permanen di bawah jalan tol. Makanya kami gunakan kontainer, dan itu sudah seizin sepengetahuan dari PJT II (Perum Jasa Tirta II), yaitu pengelola pengawasan jalan tol di Kalimalang,” ujar David saat ditemui Kompas.com di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (5/1/2026).

David memastikan, pengadaan kontainer tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), baik dari Pemkot Bekasi maupun pemerintah pusat.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Kontainer, wisata air kalimalang, kontainer di bawah tol Becakayu, kontainer di Kalimalang Bekasi&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xNzM0NTkwMS9hbGFzYW4tcGVta290LWJla2FzaS1ndW5ha2FuLWtvbnRhaW5lci11bnR1ay13aXNhdGEtYWlyLWthbGltYWxhbmc=&q=Alasan Pemkot Bekasi Gunakan Kontainer untuk Wisata Air Kalimalang§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

“Semuanya ini anggaran dari pemenang tender, pemenang lelang. Tidak ada APBD, tidak ada dana penyertaan modal, tidak ada dana dari Mitra Patriot satu rupiah pun. Jadi murni semuanya adalah investasi dari si pemenang tender,” kata David.

Terkait nilai anggaran, David mengaku belum mengetahui rincian detailnya. Namun, total biaya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk pembangunan jembatan yang saat ini masih berlangsung.

“Saya belum paham breakdown-nya, cuma garis besarnya Rp 48 miliar keseluruhan, termasuk jembatan,” ujarnya.

David mengatakan, kontainer tersebut nantinya akan digunakan untuk dua peruntukan, yakni bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenant eksklusif.

Baca juga: Proyek Wisata Air Kalimalang Mulai Berjalan, Ini Progres, Anggaran, dan Target Beroperasi

“Jadi memang ada dua peruntukkannya. Antara UMKM dengan yang eksklusif. Pembagiannya itu 20 persen UMKM, 80 persen yang eksklusif,” kata David.

Meski demikian, ia menyebut besaran biaya yang harus dikeluarkan UMKM untuk menempati kontainer masih dalam tahap finalisasi.

“Untuk tarifnya masih tahap final, mudah-mudahan minggu depan sudah ada tarif,” ujarnya.

David menegaskan, tidak semua UMKM dapat langsung berjualan di kawasan wisata tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Seleksi dilakukan berdasarkan rekam jejak dan kesiapan usaha demi menjaga citra Kota Bekasi.

“Tentunya kami akan seleksi UMKM-nya. Dari histori atau rekam jejak mereka. Ini kan untuk wajah Kota Bekasi, kami tidak ingin main-main,” kata David.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geram 10 Tahun Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga di Sumenep Ngamen di Medsos untuk Perbaiki
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Morgan Stanley Prediksi Harga Emas Tembus US$4.800
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Vonis 1,5 Tahun Penjara untuk Mantan Dirjen Anggaran Isa Rachmatarwata dalam Kasus Korupsi Jiwasraya
• 51 menit lalupantau.com
thumb
Siapa Pemilik KIJA? Emiten Kawasan Industri, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras Hari Ini, Cadangan di Bulog Terbesar Sepanjang Sejarah
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.