Nadiem mengaku masih bangga bisa dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Mendikbudristek di era Presiden Joko Widodo.
IDXChannel—Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku tak menyesal menerima jabatan Menteri, sekalipun kini dia terjerat kasus dugaan korupsi. Nadiem mengaku memilih jalan yang sulit dan tak nyaman saat menerima kepercayaan tersebut.
“Walaupun hati saya penuh dengan kesedihan dengan musibah yang saya hadapi sekarang, saya tidak pernah menyesali keputusan untuk menerima amanah sebagai menteri,” ungkap Nadiem saat membacakan nota keberatannya, Senin (5/1/2026).
Nadiem mengaku masih bangga bisa dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Mendikbudristek di era Presiden Joko Widodo, meskipun pada akhirnya harus menghadapi perkara hukum. Dia mengaku masih mencintai negara Indonesia.
“Saya masih bangga bisa dipercayakan dengan amanah yang berat tapi mulia. Saya mencintai negara saya, dan bencana ini tidak akan mengubah kesetiaan saya kepada negara,” tegas Nadiem.
Nadiem juga mengaku tak akan pernah berhenti berbakti kepada Indonesia bagaimana pun hasil dari putusan hukum. Baginya, menjalani proses hukum atas tuduhan korupsi ini merupakan perjuangan untuk setiap profesional dan pejabat jujur yang kerap dituduh korupsi.
“Saya adalah pejuang. Dalam menjalani proses hukum ini, saya tidak hanya berjuang untuk diri saya dan keluarga saya. Saya juga berjuang untuk setiap profesional dan pejabat jujur yang dituduh korupsi,” terang Nadiem.
Nadiem juga berharap kriminalisasi kebijakan harus berhenti di Indonesia. Hal ini menurutnya untuk menjaga martaba upaya anti-korupsi.
“Demi menjaga martabat upaya anti-korupsi di Indonesia, kriminalisasi kebijakan harus berhenti di negara ini. Setiap anak muda, setiap profesional yang punya keinginan mengabdi untuk negeri ini akan menyaksikan hasil dari sidang ini,” kata Nadiem.
“Masa depan negara kita ada di tangan anak muda, dan saya disini untuk membela kebenaran agar yang terjadi dengan saya tidak terulang lagi,” sambungnya.
Dalam kasus ini, Nadiem diduga mendapatkan keuntungan senilai Rp809 miliar dari proyek pengadaan Chromebook dan Chromebook Device Management. Selain Nadiem, ada 24 pihak lain yang diuntungkan dari proyek ini.
(Nadya Kurnia)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464765/original/006769700_1767718332-Kebiasaan_warga_bakar_sampah_picu_kebakaran_hebat_di_Jakut.jpeg)