Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung mengharapkan pemerintah pusat dapat merealisasikan janjinya untuk menempatkan dana senilai Rp10 triliun - Rp20 triliun dari saldo anggaran lebih (SAL) kepada Bank Jakarta. Perseroan sendiri telah menyalurkan 100% penempatan dana Rp1 triliun yang diberikan oleh pemerintah pusat pada November 2025.
Sesuai dengan pembicaraan awal, Pramono mengatakan bahwa pemerintah provinsi Daerah Khusus Jakarta telah meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menempatkan dana pemerintah pusat sebesar Rp20 triliun ke Bank Jakarta. Permintaan tersebut telah disampaikan Pramono ketika menemui Purbaya pada Oktober 2025.
“Sesuai pembicaraan pada saat Pak Menteri Keuangan ke Balai Kota, waktu itu rencananya Rp10 triliun ya, kemudian saya minta kalau bisa sampai Rp20 triliun. Sekarang yang Rp1 triliun sudah habis, kami menunggu, mudah-mudahan janjinya segera datang,” tuturnya di sela-sela grand launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menambahkan Bank Jakarta kala itu mampu menyalurkan dana senilai Rp1 triliun dalam kurun waktu satu minggu.
Dana pemerintah ini, lanjut Agus, telah disalurkan untuk sektor produktif, khususnya UMKM. Realisasi tersebut juga sudah dilaporkan langsung kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Rp1 triliun pada waktu itu, habis dalam waktu satu minggu untuk sektor produktif,” ungkap Agus.
Terkait peluang tambahan dana pemerintah kepada Bank Jakarta, Agus menegaskan bahwa perseroan terbuka dan siap membantu pemerintah untuk menyalurkan dana SAL kepada sektor produktif. “Dalam hal ini kita menunggu saja, kalau nanti ada kita segera [salurkan],” pungkasnya.
Baca Juga
- Bukan Tahun Ini, Bank Jakarta Bidik IPO 2027
- Injeksi Rp200 Triliun Kurang 'Nendang', Purbaya Akui Sempat Ada Ganjalan dengan BI
- Deretan Kebijakan 'Tambal Sulam' APBN yang Dikeluarkan Purbaya Akhir 2025
Dalam catatan Bisnis, Purbaya sebelumnya berencana menempatkan dana sebesar Rp10 triliun-Rp20 triliun ke Bank Jakarta. Rencana tersebut Purbaya ungkapkan usai bertemu dengan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Selasa (7/10/2025).
“Kan Jakarta punya Bank DKI [Bank Jakarta]. Saya taruh di Himbara, yang Rp200 triliun, gimana kalau saya tambah beberapa puluh triliun ke Bank DKI? Saya tanya tadi ke Pak Gubernur, apakah Bank DKI bisa nyerap? Jangan sampai saya kasih duit terus panik, waduh enggak bisa nyalurkan. Kata Pak Gubernur, bisa,” ujar Purbaya usai pertemuan.
Oleh sebab itu, sambungnya, strategi yang sama seperti penempatan dana Rp200 triliun ke bank-bank Himbara akan diberlakukan ke sejumlah bank pemerintah provinsi. Selain Bank Jakarta, Purbaya mengaku berencana menempatkan dana pemerintah di bank daerah di kawasan Jawa Timur.
Dalam waktu dekat nanti jumlahnya akan saya hitung. Tapi kalau Rp10 triliun, Rp20 triliun saja bisa kali untuk nyerap ya. Nanti itu akan nyebar ke UMKM dan industri lain di Jakarta maupun di tempat lain,” ungkapnya.




