KONI Jatim Fokus Pembinaan

realita.co
2 hari lalu
Cover Berita

SURABAYA (Realita)- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyusun strategi pembinaan jangka pendek dan jangka panjang sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Strategi tersebut disusun berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga (cabor) prioritas yang dinilai berpotensi meraih prestasi pada 2026 hingga PON 2028.

Baca juga: Selaku Pengurus KONI Kotabaru, Arbani Sambangi Pengurus IPSI untuk Lakukan Monitoring

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan terhadap seluruh cabor dengan mengacu pada capaian prestasi masing-masing. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penentuan arah pembinaan yang lebih terukur dan efektif.

Menurut Nabil, dalam keterangan tertulisnya kemarin, KONI Jatim tidak dapat membina seluruh cabor secara maksimal. Oleh karena itu, pembinaan difokuskan pada nomor-nomor pertandingan tertentu yang memiliki peluang prestasi lebih besar. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembinaan dan perolehan medali.

Untuk agenda jangka pendek, KONI Jatim mempersiapkan keikutsertaan pada sejumlah event olahraga bela diri yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun di Sulawesi Utara. Persiapan dilakukan dengan waktu yang lebih panjang dibandingkan kejuaraan sebelumnya agar capaian prestasi atlet dapat lebih optimal.

Baca juga: Incar 200 Medali Emas di Porprov Jatim IX, Wali Kota Eri bersama KONI Resmikan Puslatcab 2024

Sementara itu, dalam agenda jangka panjang, KONI Jatim mulai memetakan cabor-cabor prioritas yang berpotensi menyumbang medali emas pada PON 2028. Pembinaan dirancang secara sistematis dan berkelanjutan agar hasilnya dapat diukur secara objektif.

Nabil menegaskan bahwa prestasi atlet harus diukur melalui partisipasi dalam single event, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, intensitas latihan perlu dibuktikan dengan rekam jejak prestasi dari kejuaraan yang diikuti.

Selain itu, KONI Jatim akan memberikan perhatian khusus kepada cabor yang memiliki jumlah peserta besar namun belum menunjukkan hasil optimal dalam perolehan medali. Pendekatan pembinaan dan rekrutmen atlet akan dilakukan secara objektif dengan prestasi sebagai tolok ukur utama.

Baca juga: AMDI Banyuasin segera Gelar Program Kepengurusan

Lebih lanjut, Nabil menegaskan visi KONI Jatim untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pembinaan dan prestasi olahraga nasional. Kontribusi atlet Jawa Timur pada ajang SEA Games menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan yang terus diperkuat, termasuk melalui peningkatan kualitas pelatih dan regenerasi atlet.

Menutup refleksi akhir tahun, Nabil berharap prestasi olahraga Jawa Timur ke depan semakin meningkat dan dapat diukur secara objektif melalui capaian atlet di berbagai kompetisi.bu

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Ngaku Tak Mau Baca Izin Perusahaan yang Dicabut, Takut Nemu Gerindra
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Ibrahim Risyad Akui Tak Setuju Jika Salshabilla Adriani Jadi IRT yang Dibiayai Penuh Suami: Gua Gakuat, Ga Masuk Akal
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Sabar/Reza Taklukkan Junior Mereka di Malaysia Open 2026, Akui Lawan Tampilkan Perlawanan Sengit
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.