JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim mengatakan, peningkatan nilai surat berharga dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2022 menjadi Rp4,8 triliun murni karena harga saham GoTo yang melambung saat melantai di bursa (IPO) ke kisaran harga Rp250 sampai Rp300 per saham.
Hal tersebut dijelaskan Nadiem Makarim saat membacakan nota keberatan alias eksepsi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagaimana dikutip dari Antaranews, Senin (5/1/2026).
“Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB),” ujar Nadiem.
Nadiem menuturkan, pada tahun 2023 atau kisaran harga saham GoTo menurun menjadi sekitar Rp100 per saham, total kekayaannya ikut turun drastis ke Rp906 miliar.
Hal yang sama terjadi di tahun 2024 atau ketika kisaran harga saham GoTo anjlok ke Rp70 hingga Rp80 per saham, kekayaannya turun ke Rp600 miliar.
Baca Juga: Maman Suherman Ungkap PRT Tinggalkan 2 Anaknya tanpa Mengunci Pintu Sebelum Terjadi Pembunuhan
“Siapa pun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya karena bertumpu pada satu angka saja, yaitu harga saham GoTo yang terbuka untuk publik,” ucap Nadiem.
Oleh karena itu, Nadiem menilai dakwaan yang menyebut uang Rp809,59 miliar diterima oleh dirinya dan sudah menjadi kekayaannya atas dasar LHKPN pada tahun 2022, itu membingungkan.
Sebab dakwaan tersebut mencatat adanya perolehan harta dengan jenis surat berharga sebesar Rp5,5 triliun.
“Apakah tuduhannya saya menerima uang atau menerima surat berharga? Bingung saya,” ucap Nadiem.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- sidang nadiem makarim
- harta nadiem makarim
- lhkpn nadiem makarim
- sidang eksepsi nadiem makarim




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5135707/original/002195800_1739783758-Tekel_Horor_Rizky_Ridho_Beckham_Putra-6.jpg)