GenPI.co - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyambut baik adanya akun yang meminta maaf terkait tudingan terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono terlibat isu ijazah palsu Jokowi.
Andi Arief mengatakan akun YouTube Kajian Online sudah menyampaikan maaf kepada SBY dan Partai Demokrat, terkait konten yang dibuatnya.
“Mudah-mudahan ke depan, tidak terulang dan bisa menjadi pelajaran,” kata Andi Arief melalui akun X yang dikutip Selasa (6/1).
Dia menyatakan kasus ijazah Preside ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak ada kaitannya dengan SBY dan Partai Demokrat.
“Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi,” tuturnya.
Dalam tayangannya, Kajian Online menyampaikan permintaan maaf dan berterima kasih kepada SBY maupun Partai Demokrat, karena sudah memberi saran terkait kontennya.
Akun tersebut juga mengaku ada beberapa konten yang diproduksinya kurang profesional dan sudah dihapus.
Andi Arief dalam video lainnya mengatakan ada beberapa akun media sosial yang sangat masif menyebarkan fitnah terhadap SBY.
Dia mengungkapkan Susilo Bambang Yudhoyono cukup terganggu dengan isu tersebut. Sebab, hubungan SBY dan Jokowi, selama ini cukup baik.
“Akun itu membuat fitnah seolah Pak SBY di balik isu ijazah palu Pak Jokowi, yang sedang berseteru dengan Roy Suryo, dan kawan-kawan,” ucapnya. (*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:





