Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Sebabkan Gelombang Tinggi di Karimunjawa serta Banjir Rob di Pantura

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 3 daerah di yakni Grobogan, Blora dan Rembang Selasa (6/1), selain gelombang tinggi, air laut pasang (rob) juga hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah.

Meskipun secara umum cuaca di Jawa Tengah membaik dibanding sepekan sebelumnya, namun 3 daerah Pantura bagian timur berpotensi terjadi cuaca ekstrem, sehingga diminta warga untuk mewadahi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.

Sementara itu di perairan utara Jawa Tengah, selain masih berlangsung air laut pasang (rob) pada pukul 20.00-24.00 WIB, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa bagian barat dan timur sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.

"Awas gelombang tinggi disertai hujan dan badai di perairan utara Jawa Tengah, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan dan tongkang," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari Selasa (6/1).

Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah, menurut Lessy Andari, dengan ketinggian maksimum 1 meter pada malam hari, berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono mengatakan pada pagi Selasa (6/1) cuaca di Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi.

Cuaca ekstrem berpotensi di 3 daerah yang yakni Grobogan, Blora dan Rembang, ungkap Agus Triyono, sedangkan sebagian besar daerah lainnya berpeluang hujan ringan-sedang, sehingga diminta warga di daerah tersebut untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem. 

"Angin bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Agus Triyono. (H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Di Medsos Seorang Pria Sandra Nenek-Nenek Sambil Menghunus Parang
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Cegah Banjir Susulan, Kementerian PU Siapkan 50 Alat Berat untuk Normalisasi Sungai di Sumbar
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Trump Kembali Soroti Greenland, Pakar Peringatkan Ancaman Serius
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Soal Pilkada Langsung atau Lewat DPRD, PKS: Sama-Sama Konstitusional
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator, Mau Kudeta
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.