Belakangan ini, tren diet bebas gluten makin populer, terutama karena banyak selebritas dan atlet profesional yang mengaku merasakan manfaatnya. Namun, penting untuk dipahami bahwa pola makan ini tidak selalu cocok untuk semua orang.
Menurut Selvi Rajagopal, M.D., seorang spesialis penyakit dalam dan obesitas, ada berbagai risiko dan manfaat yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menghilangkan gluten dari menu harian. Ia juga menjelaskan bagaimana cara menyusun rencana makan yang tetap sehat dan seimbang meskipun tanpa gluten.
Yuk, cari tahu lebih dalam apakah diet gluten free benar-benar baik untukmu atau justru sebaliknya dalam artikel yang dilansir dari John Hopkins Medicine berikut ini!
Apa Itu Diet Bebas Gluten?Diet bebas gluten adalah pola makan yang menghindari semua makanan yang mengandung gluten. Untuk yang belum tahu apa itu gluten, ini adalah protein yang secara alami terdapat dalam gandum dan beberapa jenis serealia. Dalam praktiknya, diet ini berfokus pada konsumsi makanan utuh seperti buah, sayur, daging, dan telur, serta makanan olahan yang secara khusus dibuat bebas gluten, misalnya roti atau pasta bebas gluten.
Menurut Rajagopal, gluten tidak hanya muncul secara alami, tetapi juga sering ditambahkan dalam proses pengolahan makanan untuk memberikan tekstur atau berfungsi sebagai bahan pengikat dan penambah rasa. Oleh karena itu, gluten dapat ditemukan pada berbagai produk, mulai dari makanan umum seperti piza, sereal, dan kue, hingga bahan-bahan yang tak terduga seperti saus kedelai, es krim, obat-obatan tertentu, produk kecantikan, dan suplemen.
Namun, meskipun sering disalahartikan, diet bebas gluten tidak berarti harus menghindari semua sumber karbohidrat. Banyak makanan berkabohidrat, seperti nasi, kentang, dan kacang-kacangan, tetap aman dikonsumsi karena secara alami tidak mengandung gluten.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440462/original/067681600_1765434591-Banjir.jpeg)