Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke provinsi ini selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Jumlah kunjungan wisatawan selama periode tersebut mencapai 2.270.228 orang.
Kepala Dispar DIY, Imam Pratanadi, mengatakan angka tersebut meningkat 50,40 persen, dibandingkan periode tahun lalu yang mencatat 1.513.081 kunjungan wisatawan.
"DIY juga menjadi destinasi favorit liburan keluarga di dalam negeri pada Natal dan Tahun Baru 2025-2026," ujar Imam, seperti dikutip dari Antara.
Berdasarkan sebarannya, Imam menyebut Kota Yogyakarta menduduki urutan pertama dengan 946.191 kunjungan wisatawan, disusul Kabupaten Sleman sebanyak 729.673 wisatawan.
Berikutnya, Kabupaten Gunungkidul dengan 339.430 kunjungan wisatawan, Kabupaten Bantul 168.896 wisatawan, dan Kabupaten Kulon Progo 73.430 wisatawan.
Destinasi Favorit Wisatawan saat Libur NataruUntuk destinasi wisata favorit, Kabupaten Bantul mencatat kunjungan tertinggi di Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, disusul Pantai Baru dan Pantai Pandansimo, serta Goa Cemara.
Sementara di Kabupaten Gunungkidul, tiga destinasi dengan kunjungan tertinggi adalah Pantai Baron dan Watu Lumbung, Watugupit, serta Pantai Gesing. Adapun di Kabupaten Kulon Progo, kunjungan wisatawan terbanyak tercatat di Pantai Glagah, Pantai Congot, dan Waduk Sermo.
Kunjungan Wisatawan Tertinggi di YogyakartaDi Kota Yogyakarta, kunjungan tertinggi tercatat di Gembira Loka Zoo, Taman Pintar, dan Kedhaton. Sedangkan di Kabupaten Sleman, kunjungan tertinggi masih terpusat di kawasan Kaliadem, Candi Prambanan, dan Kawasan Kaliurang.
Menurut Imam, peningkatan kunjungan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penguatan citra destinasi, peningkatan kualitas layanan, serta hadirnya berbagai inovasi produk wisata.
Selain itu, dukungan infrastruktur dan kemudahan akses transportasi juga semakin mempermudah pergerakan wisatawan menuju wilayah DIY.
"Capaian ini menegaskan bahwa Yogyakarta masih menjadi primadona dan magnet utama pariwisata nasional," ujar Imam.
Imam menambahkan, dampak libur Nataru juga terasa di sektor akomodasi, khususnya tingkat hunian kamar hotel bintang maupun nonbintang di DIY yang mencapai kisaran 80 persen.
Berdasarkan hasil pencarian akomodasi di platform pemesanan daring Agoda, ia menyebut DIY menempati peringkat pertama tujuan liburan akhir tahun bersama keluarga, menggeser Bali yang berada di posisi kedua. Pencarian akomodasi di DIY tumbuh menjadi 29 persen ketimbang periode 2024.
Menurut Imam, peringkat tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata berbasis budaya dan alam di DIY masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam menentukan tujuan berlibur.
"Evaluasi akan terus dilakukan, guna memastikan DIY tetap menjadi destinasi unggulan nasional," tutur Imam.





