GenPI.co - Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut peningkatan kekayaannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2022 murni karena harga saham GoTo yang melambung saat melantai di bursa (IPO).
Dalam LHKPN tersebut, kekayaannya naik Rp4,8 triliun karena harga saham GoTo yang melambung ke kisaran harga Rp250 sampai Rp300 per saham.
"Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB)," kata Nadiem, dikutip Selasa (6/1).
Harga saham GoTo sempat turun pada 2023 lalu menjadi sekitar Rp100 per saham sehingga kekayaannya turun drastis ke Rp906 miliar.
Selanjutnya kisaran harga saham GoTo kembali anjlok ke Rp70 hingga Rp80 per saham pada 2024 membuat kekayaannya turun ke Rp600 miliar.
"Siapa pun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya karena bertumpu pada satu angka saja, yaitu harga saham GoTo yang terbuka untuk publik," papar dia.
Maka dari itu, Nadiem Makarim menilai dakwaan aliran dana Rp809,59 miliar yang diterima oleh dirinya membingungkan.
Dalam dakwaannya, mencatat adanya perolehan harta dengan jenis surat berharga sebesar Rp5,5 triliun.
Nadiem dibuat bingung lantaran pada satu bagian dakwaan menyebut dia menerima aliran dana.
Di sisi lain, dia didakwa memperkaya diri merupakan peningkatan surat berharga.
"Apakah tuduhannya saya menerima uang atau menerima surat berharga? Bingung saya," terang dia.
Nadiem menilai dakwaan tersebut tidak cermat karena tidak menjelaskan secara lengkap sumber dari kekayaannya.
Padahal kekayaannya bisa sangat mudah didapatkan dari pelaporan pajak.
"Karena memang faktanya tidak ada hubungan. Sekali lagi, dakwaan ini tidak jelas dan tidak cermat karena tidak memuat kausalitas antara satu fakta dan fakta lainnya," tegas Nadiem.
Hal tersebut disampaikan Nadiem dalam eksepsinya atas dakwaan kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).(ant)
Simak video menarik berikut:




