Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan Pasar Kombongan, Jakarta Pusat, yang selesai direvitalisasi pada Selasa (6/1). Dalam kesempatan itu ia sempat berbincang dengan para pedagang. Mereka mengeluhkan akses ke pasar yang menyulitkan pembeli.
Pasar Kombongan berada di ujung Jalan Bungur Besar 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Di samping pasar terdapat rel kereta api yang perlintasannya kini ditutup permanen. Sehingga warga dari seberang rel kini harus memutar jauh untuk menuju Pasar Kombongan.
Pedagang menyayangkan penutupan itu karena membuat warga dari seberang rel enggan untuk belanja ke Pasar Kombongan. Padahal banyak pembeli di Pasar Kombongan berasal dari permukiman di seberang rel.
Para pedagang bersyukur karena bangunan pasar kini sudah diperbarui. Namun, mereka meminta agar akses perlintasan rel bisa kembali dibuka untuk memudahkan pembeli.
“Cuma kendalanya satu, Pak, keluhannya akses dari permukiman tertutup. Saya 35 tahun di sini maka saya tahu persis gitu, keluhan akses tertutup, konsumen juga banyak keluhan dari permukiman,” ujar salah satu pedagang ketika diminta untuk memberikan aspirasi oleh Pramono.
Hal itu juga dibenarkan oleh pedagang lainnya. Akses yang tertutup berimbas pada penurunan omzet para pedagang secara signifikan.
“Yang dulu itu ramainya masyaallah, itu (keuntungan) 100% bisa melebihi untuk makan dan biaya pulsa. Namun sekarang ini turun,” tambah pedagang lainnya.
Pramono menanggapi keluhan tersebut. Ia meminta Wali Kota Jakarta Pusat Arifin untuk mencari solusi agar lebih banyak warga dapat mengakses Pasar Kombongan.
“Pak Wali untuk ini segera diatasi, dan nanti saya minta untuk Pasar Jaya minimum untuk transportasi motor yang bisa. Karena bagaimanapun kereta tidak bisa diganggu gugat, yang bisa kita lakukan adalah bagaimana cara membuka akses agar pasar bisa dinikmati," tutur Pramono.
"Saya yakin kalau akses bisa dibuka interaksi tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial bisa terjadi di tempat ini. Tolong Pak Wali dilakukan, dan bila perlu saya turun tangan," tambahnya.
Politisi PDIP itu juga berpesan kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan pasar.
"Kebersihan dijaga dan apalagi udah pake QRIS saya berharap pasar bisa bersih. Keuntungan digitalisasi ga ada copet, preman ga bisa malakin karena ga ada duit, ga ada duit karena cash semakin berkurang. Bisa memudahkan para pembeli berbelanja secara aman dan nyaman. Saya yakin Pasar Kombongan ini tipe C, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di tempat ini," tuturnya.



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F05%2Fc9bd3025-a61d-4aeb-8816-534169f3dd9c_jpg.jpg)

