Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menggelar retret kabinet kedua di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2025. Sejumlah program strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari swasembada energi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga hilirisasi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan dari sisi swasembada energi capaian lifting migas yang ditetapkan dalam APBN 2025 telah terlampaui, namun pemerintah masih memandang perlu adanya akselerasi lanjutan.
"Dari sisi swasembada energi misalnya, target lifting yang ditetapkan di APBN 2025 juga berhasil terlewati. Tetapi juga sekali lagi kita merasa perlu melakukan percepatan-percepatan untuk meningkatkan lagi dengan target dan tujuan kita jelas kita ingin swasembada energi," kata Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa, 6 Januari 2026.
Selain itu, program MBG juga menjadi salah satu bahasan penting. Prasetyo menyampaikan, hingga saat ini program tersebut telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari total target 82,9 juta penerima.
Ia berharap cakupan penerima manfaat MBG dapat terus ditingkatkan pada 2026, seiring hasil evaluasi selama satu tahun pelaksanaan program tersebut.
"Tentu saja dengan sekali lagi dengan beberapa evaluasi selama pelaksanaan satu tahun dan hari ini bertempatan dengan satu tahun pelaksanaan program Makan Bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu," ucapnya.
Retret kabinet juga membahas perkembangan realisasi program hilirisasi. Prasetyo menyebut Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, telah melaporkan kesiapan sejumlah proyek yang akan memasuki tahap groundbreaking (peletakan batu pertama) dalam waktu dekat.
"Di bulan Januari ini akan dilakukan groundbreaking dari kurang lebih 18 proyek yang sudah disepakati di dalam beberapa kali rapat terbatas bersama dengan Bapak Presiden dan Kementerian terkait," ujarnya.
Kemudian terkait Sekolah Rakyat, Pras menyebut Presiden Prabowo menekankan percepatan pelaksanaan program tersebut. Saat ini, Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 lokasi dan direncanakan akan diperluas pada 2026.
"Kemudian ada juga berkenaan dengan masalah pelaksanaan Sekolah Rakyat yang sudah berjalan di 166 lokasi yang diharapkan di tahun 2026 nanti akan ada penambahan kurang lebih di 104 titik yang ini juga Bapak Presiden minta betul-betul dilakukan percepatan baik sarana fisiknya maupun non-fisiknya," tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews




