PELATIH Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti kepemimpinan wasit setelah timnya harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Senin (5/1). Hodak menyatakan akan melayangkan keberatan resmi terkait kinerja pengadil lapangan dalam pertandingan tersebut.
Pelatih asal Kroasia itu menegaskan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso. Dia menyebut Persib akan menempuh jalur formal dengan menyampaikan protes tertulis kepada otoritas terkait.
"Ya, pertama saya akan menyinggung soal wasit. Saya tidak senang dengannya, tentu saja kami akan mengirim surat (protes). Saya tidak bisa bicara banyak tentang wasit, itu saja," ujar Hodak dikutip laman klub.
Meski demikian, Hodak memilih menahan diri untuk tidak mengulas detail keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Ia mengaku enggan berbicara lebih panjang karena khawatir berujung sanksi.
“Karena kalau saya beri tahu, nanti potong gaji (denda). Jadi saya tidak mau itu (komentari wasit)," katanya,” katanya.
Hasil imbang membuat Persib gagal memaksimalkan peluang meraih kemenangan.
Dalam pertandingan tersebut, Persib sempat berada di atas angin setelah Saddil Ramdani mencetak gol pembuka pada menit ke-68. Namun situasi berubah drastis ketika Saddil harus meninggalkan lapangan usai menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81.
Bermain dengan sepuluh pemain, Persib kesulitan meredam tekanan Persik. Pada masa tambahan waktu, Muhammad Firly mencetak gol penyeimbang yang memaksa Maung Bandung pulang dengan satu poin dari Kediri. (Dhk/I-1)





