FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat antikorupsi, Emerson Yuntho, mendadak mencuri perhatian usai iseng-isen menguji kecerdasan buatan Grok.
Dalam kolom komentar cuitannya di X, Buya Eson, sapaannya tampak mengajukan perintah singkat kepada Grok.
“Grok tolong hilangkan orang yang otaknya kosong,” ucap Buya Eson (61//2026).
Tidak disangka, respons yang muncul justru memancing reaksi luas dari publik.
Buya Eson mengaku terkejut setelah melihat hasil yang ditampilkan Grok.
“Waduh di luar dugaan,” tandasnya.
Dalam unggahan tersebut, terlihat foto Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Dokter Tompi yang muncul sebagai respons dari permintaan tersebut.
Kemunculan dua figur publik itu langsung memicu beragam tafsir dan komentar dari warganet.
Sebelumnya diketahui, penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Teuku Adifitrian atau Tompi membeberkan isi pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam audiensi bersama sejumlah artis dan pelaku industri kreatif.
Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026) kemarin.
Audiensi itu difokuskan pada pembahasan penanganan serta pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Barat.
Para peserta pertemuan turut mengevaluasi program bantuan yang telah berjalan sekaligus membicarakan langkah lanjutan agar proses pemulihan masyarakat terdampak dapat dilakukan lebih efektif.
Tompi mengungkapkan, pertemuan dengan Wapres Gibran berlangsung dalam suasana santai, namun tetap membahas hal-hal substantif dan berorientasi jangka panjang.
“Ya kemarin di pertemuan itu sebenarnya casual banget. Yang dibahas itu tentang program-program penanganan bencana Sumatera yang sudah dikerjakan,” ujar Tompi, dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada para musisi dan seniman yang terlibat aktif dalam upaya kemanusiaan, termasuk melalui kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana.
Tompi menyebut, inisiatif bertajuk 100 musisi yang digagas bersama sejumlah rekan seniman berhasil menghimpun dana mencapai Rp 17,2 miliar.
Dana tersebut telah disalurkan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Tidak hanya membahas bantuan yang sudah berjalan, pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan lanjutan, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
Salah satu usulan yang disorot adalah dukungan penyediaan dapur umum bagi warga yang masih mengalami keterbatasan fasilitas memasak akibat bencana.
“Jadi itu salah satu yang kami usulkan kemarin, bagaimana bisa di-support dapur umum, buat sahur dan buat buka puasa. Ini di luar bantuan-bantuan yang tetap berjalan,” tandasnya.
(Muhsin/fajar)




