Prabowo Sebut Indonesia Sudah Swasembada Beras, Ini Indikatornya

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Target tersebut tercapai lebih cepat dibandingkan perkiraannya yang sebelumnya menargetkan tercapai dalam waktu empat tahun. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor, Jakarta, Senin (5/1).

 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memaparkan tiga indikator utama keberhasilan swasembada beras nasional.

1. Tidak Ada Impor Beras Sepanjang 2025

Indikator pertama swasembada beras adalah tidak dilakukannya impor beras konsumsi selama tahun 2025. Kebijakan ini menegaskan bahwa kebutuhan beras nasional sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

"Artinya tiga sisi ini yang menunjukkan kita bisa menyatakan bahwa posisi kita swasembada," kata Ketut dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/1).

Ketut menambahkan, ketentuan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebutkan bahwa suatu negara masih dapat disebut swasembada meskipun melakukan impor, selama jumlahnya tidak melebihi 10% dari kebutuhan nasional.

"Apalagi sekarang secara tegas Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) jelas mengatakan tidak ada impor beras konsumsi. Jadi tentu dengan ini, kalau boleh dikatakan ini arahnya sudah swasembada," tutur Ketut.

2. Produksi Beras Jauh Melampaui Konsumsi Nasional

Indikator kedua adalah produksi beras nasional yang lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 34 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada di kisaran 31 juta ton.

"Kalau kita melihat berdasarkan data dari BPS, produksi beras kita kan lebih dari 34 juta ton di tahun 2025. Sementara kebutuhan kita kan hampir 31 juta ton. Kita punya surplus 3 juta ton. Itu saja sudah menandakan kita sudah swasembada," jelasnya.

Bapanas mencatat surplus beras nasional pada 2025 mencapai 3,52 juta ton, yang berasal dari produksi sebesar 34,71 juta ton dan konsumsi sebesar 31,19 juta ton. Angka konsumsi tersebut sudah termasuk kebutuhan beras untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

3. Stok Beras Nasional dan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

Indikator ketiga adalah tingginya stok beras nasional, khususnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Pada awal 2026, total stok beras nasional tercatat mencapai 12,529 juta ton, termasuk CBP Bulog sebesar 3,248 juta ton.

"Persebarannya ada di masyarakat, ada di pedagang, ada di distributor. Dengan begitu, kita butuh selama setiap bulan itu sekitar 2,5 juta ton. Jadi dengan 12,5 juta ton tadi, kekuatan kita sudah sangat kuat untuk menjaga ketahanan pangan," tegasnya.

Ketut juga menilai kondisi produksi padi pada awal 2026 akan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Belum lagi nanti Januari dan Februari (2026) produksi (padi). Maret dan April panen raya. Ini menandakan kita di 2026 pun akan semakin kuat," sambung Ketut.

Ia menegaskan bahwa dengan kondisi tersebut, Indonesia berada dalam posisi aman dari sisi ketersediaan pangan strategis.

Pemerintah Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme bahwa stok beras nasional pada 2026 berada dalam kondisi sangat aman tanpa impor.

"Stok beras kita sangat aman. Tanpa impor, stok kita (CBP) lebih dari 3 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus," kata Amran.

Ia juga menegaskan tidak akan mentoleransi praktik permainan harga oleh pelaku usaha pangan.

"Jadi tidak ada masalah sampai Ramadhan (2026) dan tidak boleh ada yang bermain harga. Kalau ada yang melanggar, kita tindak bersama Satgas Pangan Polri," tambah Amran. (Ant/E-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peneliti: Kampung Haji di Makkah, Kado Diplomasi Prabowo untuk Umat Muslim
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Harga Pupuk Subsidi 2026, Prabowo Janjikan Ini Kepada Petani
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Menkes: Seluruh Rumah Sakit Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Kembali Beroperasi
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Ultimatum Pejabat Harus Paham Pasal 33 UUD 1945: Kalau Tidak, Keluar Saja!
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.