Manchester, VIVA – Nama Ole Gunnar Solskjaer kembali mengemuka di tengah turbulensi yang melanda Manchester United. Setelah Ruben Amorim resmi didepak usai kontroversi pasca hasil imbang kontra Leeds United di Liga Inggris 2025/26, klub berjuluk Setan Merah itu mulai melirik sosok yang bukan orang asing bagi Old Trafford.
Pakar transfer internasional, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa Solskjaer menunjukkan ketertarikan untuk kembali menangani Manchester United sebagai pelatih sementara.
“Ole Gunnar Solskjaer telah menunjukkan ketertarikan untuk menangani Manchester United sebagai pelatih sementara, terlepas dari durasi kontraknya,” tulis Romano melalui akun X miliknya.
Meski begitu, keputusan final belum diambil. Manchester United masih melakukan penilaian terhadap sejumlah kandidat, sementara Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih interim untuk sementara waktu.
- Manchester United
Di balik rumor tersebut, Solskjaer memiliki rekam jejak yang membuat namanya tetap relevan setiap kali United berada dalam situasi genting. Bukan hanya karena statusnya sebagai legenda klub, tetapi juga karena pengalamannya menghadapi tekanan di level tertinggi.
Solskjaer pertama kali dipercaya menangani tim utama Manchester United pada Desember 2018, menggantikan Jose Mourinho. Saat itu, ia datang dengan status pelatih interim dan langsung memberikan dampak instan. Delapan kemenangan beruntun diraih di semua kompetisi, termasuk kebangkitan dramatis saat menyingkirkan Paris Saint-Germain di Liga Champions.
Catatan tersebut membuat manajemen klub mengangkatnya sebagai pelatih permanen pada Maret 2019. Dalam periode kepelatihannya, Solskjaer membawa United finis di posisi keenam, ketiga, dan kedua Liga Inggris. Capaian terbaiknya datang pada musim 2020/21, saat United menjadi runner-up dan konsisten bersaing di papan atas.
Secara statistik, Solskjaer memimpin 149 pertandingan sebagai pelatih kepala Manchester United dengan rata-rata poin per pertandingan mendekati dua angka. Ia dikenal mengandalkan formasi 4-2-3-1, pendekatan yang memberi ruang bagi pemain ofensif seperti Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan pemain sayap cepat.
Pengalaman Solskjaer tidak hanya terbatas di Inggris. Ia pernah sukses bersama Molde di Norwegia, membawa klub tersebut meraih prestasi domestik dan tampil kompetitif di Eropa. Di level internasional, Solskjaer juga memiliki lisensi Pro UEFA, standar tertinggi bagi seorang pelatih.



