BATU (Realita)- Sejak terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu masa bhakti 2025-2030, Saifuddin Zuhri mendapatkan serangkaian kunjungan perdananya dari dua lembaga negara yaitu KPU dan Bawaslu Kota Batu di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Oro-Oro Ombo Kota Batu, pada 5 Januari 2026 kemarin.
Kunjungan kali ini sebagai bentuk silahturahmi bersama partai politik dalam rangka memperkuat komunikasi dan koordinasi kelembagaan dalam rangka membangun demokrasi yang berkualitas di Kota Batu. Selasa (6/1/2026)
Diskusi perdana awal tahun antara PDI Perjuangan Kota Batu, KPU dan Bawaslu membahas terkait berlangsung terbuka Pertemuan DPC PDI Perjuangan Kota Batu terkait Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) serta pembaruan dan validasi data pemilih.
Suasana pertemuan berlangsung terbuka dan konstruktif, sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan proses demokrasi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri, menyampaikan bahwa PDI Perjuangan menyambut baik kunjungan KPU dan Bawaslu sebagai mitra strategis dalam demokrasi. Menurutnya, sinergi antara partai politik dan penyelenggara pemilu merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan rakyat terhadap proses politik dan pemilu.
“PDI Perjuangan Kota Batu berkomitmen penuh membangun demokrasi yang berkualitas, tidak hanya pada momentum pemilu, tetapi juga melalui pendidikan politik yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Usai menerima kunjungan KPU dan Bawaslu, DPC PDI Perjuangan Kota Batu langsung menggelar rapat perdana kepengurusan. Rapat tersebut menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah perjuangan partai ke depan.
Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa PDI Perjuangan Kota Batu siap melakukan kerja-kerja kerakyatan secara nyata dengan turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan wong cilik. Seluruh kader diminta untuk aktif hadir di tengah rakyat dan menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai roh perjuangan partai.
“Turun ke rakyat bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kerja ideologis dan kerja politik PDI Perjuangan. Partai harus hadir, bekerja, dan memberi solusi bagi persoalan rakyat,” tegas Saifudin Zuhri. (Ton)
Editor : Redaksi





