BALIKPAPAN, KOMPAS - Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjalankan program subsidi penerbangan perintis ke daerah yang belum terhubung jalan darat di Kalimantan Utara. Warga berharap ada pusat informasi yang jelas untuk ketersediaan tiket secara daring.
Pemerintah Kabupaten Nunukan menyediakan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang pada 2026 untuk dua rute penerbangan ke dataran tinggi Krayan yang belum terhubung jalan darat. Pesawat Susi Air disediakan untuk rute Nunukan-Long Bawan dan Nunukan-Binuang.
“Tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,6 miliar untuk dua rute penerbangan ke dan dari dataran tinggi Krayan itu,” kata Bupati Nunukan Irwan Sabri pada Selasa (6/1/2025).
Dengan anggaran tersebut, jumlah penerbangan Nunukan-Long Bawan pergi-pulang sebanyak 468 perjalanan. Adapun rute Nunukan-Binuang pergi-pulang sebanyak 104 penerbangan. Biaya sekali penerbangan setelah disubsidi Rp 300.000-Rp 500.000 dari harga normal sekitar Rp 1,5 juta.
Dia mengatakan, penerbangan bersubsidi ini diharapkan mempermudah warga Krayan melanjutkan studi di luar dataran tinggi Krayan. Mobilitas orang datang ke Krayan pun diharapkan meningkat untuk berwisata atau menjalankan aktivitas ekonomi di daerah yang berbatasan darat dengan Malaysia ini.
SOA penumpang ini dianggarkan sampai Desember 2026. Irwan berharap masyarakat dengan penyakit tertentu yang tak bisa ditangani di layanan kesehatan Krayan bisa berobat ke luar daerah dengan lebih cepat dan harga terjangkau.
Selain di Kabupaten Nunukan, pemerintah juga menyediakan rute penerbangan perintis bagi penumpang dari dan ke Kota Tarakan, satu-satunya kota di Kaltara. Beberapa rute yang disediakan antara lain pergi-pulang ke Long Bawan, Malinau, Long Apung, Tanjung Selor, Nunukan, Maratua, Data Dian, Mahak Baru, Long Sule, dan Long Layu.
Ini merupakan program Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Program ini diselenggarakan Badan Layanan Umum (BLU UPBU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Utama Juwata Tarakan.
Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha Sub Bagian Kepegawaian dan Umum Unit Penyusun Bahan Hukum, Kehumasan, dan Publikasi BLU UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Firmanto Kamaldi, mengatakan, penerbangan perintis ini menggunakan maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
"Penerbangan perdana penumpang mulai beroperasi 5 Januari 2026. Program ini direncanakan berlangsung sampai 31 Desember 2026," kata Firmanto.
Warga berharap pemerintah dan pengelola bandar udara menyediakan informasi yang mudah diakses secara daring mengenai layanan ini. Juan Vicki (33), warga Kecamatan Krayan, selama ini harus bolak-balik bandara untuk melihat jadwal dan ketersediaan penerbangan.
Hal itu juga ia alami saat berada di Nunukan atau Tarakan. “Kalau informasi ketersediaan pesawat jelas, misal lewat aplikasi, kami tidak perlu datang ke bandara. Kami bisa atur jadwal kegiatan lebih mudah,” katanya, dihubungi dari Balikpapan.




