GenPI.co - Seorang nenek bernama Saudah asal Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, menjadi korban penganiayaan terkait kasus tambang emas ilegal di dekat rumahnya.
Peristiwa penganiayaan terhadap nenek Saudah ini terjadi pada Kamis (1/1) malam.
Warga menemukan korban dalam kondisi luka lebam di wajah dan kedua matanya membiru karena kekerasan.
Kini nenek Saudah menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
Saudah mengaku dirinya tidak berniat melarang aktivitas tambang emas ilegal di lokasi tersebut.
Dia hanya meminta para penambang menghentikan aktivitasnya pada siang hari.
Ketika itu Saudah menyorotkan senter ke arah beberapa orang di lokasi.
Namun, dia tiba-tiba dilempari batu, dipukuli, lalu diseret hingga ke semak-semak.
Saudah sempat tak sadarkan diri setelah penganiayaan dan baru siuman pada Jumat dini hari.
Warga menemukan nenek Saudah dalam keadaan terluka parah lalu membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mendesak polisi mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan Saudah (68) di Pasaman.
"Saya minta penegak hukum bergerak cepat menangkap para pelaku tanpa pandang bulu," tegas Vasko.
Vasko menegaskan penganiayaan terhadap perempuan lansia tersebut tidak dapat ditoleransi dan kurang ajar lantaran menyasar yang tak berdaya.
Dia meminta polisi bergerak cepat dan memproses hukum pelakunya.
"Pokoknya tidak ada cerita, siapa pun backingan-nya, tangkap Pak, kita lawan saja. Ini terlalu kurang ajar Pak," jelas dia.(ant)
Video viral hari ini:




