BNPB Optimalkan Distribusi Logistik di Masa Transisi Darurat, Pastikan Stok Tidak Mengendap

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memastikan kelancaran distribusi logistik bagi wilayah terdampak bencana di Sumatera. Meski telah memasuki fase transisi darurat, pengiriman bantuan melalui jalur darat, laut, maupun udara tetap dilakukan secara optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan keterangannya di laman akun YouTube @bnpb_indonesia pada Selasa, 6 Januari 2026, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa aktivitas distribusi logistik masih menunjukkan angka yang signifikan. Pada Senin kemarin, tercatat ada 19 sorti pengiriman baik lewat udara maupun darat dengan total muatan mencapai 24,3 ton.

"Distribusi logistik ini masih terus dilakukan. Jadi meskipun pada fase transisi darurat, distribusi logistik masih terus kita optimalkan. Untuk harian, Senin kemarin itu ada 19 sorti total untuk sorti udara dan darat, 24,3 ton. Sumatera Utara 41 ton karena ini jalur distribusi logistik via darat itu sudah cukup optimal sehingga benar-benar kita bisa mengoptimalkan jalur logistik dengan menggunakan truk 10 roda yang tentu saja tonasenya bisa lebih besar. Sumatera Barat terkirim 1,69 ton dengan jalur darat. Secara umum untuk Aceh itu dari awal hingga saat ini logistik masuk 1.848 ton, tersalurkan 1.765 ton dengan laju distribusi logistik hingga 90,5%," papar Abdul Muhari.

Baca Juga: BNPB: Korban Meninggal Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah Capai 1.178 Jiwa

Lebih lanjut, ia merinci progres distribusi di wilayah Sumatera Utara yang telah mencapai 98 persen dari total 599 ton logistik yang masuk. Sementara itu, di Sumatera Barat, laju distribusi mencapai 93 persen dengan total 908 ton logistik yang telah disalurkan kepada warga.

Pihak BNPB menekankan komitmen ketat dalam pengelolaan bantuan di lapangan. Abdul Muhari menegaskan bahwa tidak boleh ada barang bantuan yang tertahan terlalu lama di gudang penyimpanan.

"Tentu saja ini terus kita optimalkan. Sekali lagi kita memegang SOP di lapangan bahwa tidak ada logistik yang boleh mengendap lebih dari 2x24 jam. Semua kita dorong dan kita distribusikan supaya masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan logistik sebagaimana mestinya," tegasnya.

Terkait strategi ke depan, BNPB mulai menyesuaikan pola pengiriman seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi di ibu kota provinsi. Jika sebelumnya banyak bantuan dikirim dari Jakarta melalui Posko Halim, ke depannya pemenuhan logistik akan lebih banyak dilakukan dengan belanja langsung di daerah terdampak.

"Darat, laut, udara masih terus dioptimalkan supaya distribusi logistik bisa lebih cepat. Memang untuk Halim sendiri ini untuk logistik yang masuk memang mulai jumlah hariannya mulai menurun. Dan nanti kita akan lihat karena proses distribusi logistik dan kebutuhan masyarakat di lapangan saat ini untuk kebutuhan pokok itu sudah bisa kita penuhi, baik itu dari posko di ibukota provinsi maupun dengan kita belanja barang di tiap-tiap provinsi. Nantinya kita akan mengoptimalkan apabila nanti posko Halim sudah bisa kita geser ke Posko Logistik BNPB di Jatiasih, maka nanti terus kita tetap akan mendorong logistik dari Jakarta tetapi benar-benar yang memiliki atau barang-barang yang tidak bisa kita adakan di tiap provinsi," jelas Abdul Muhari.

Langkah ini diambil mengingat kegiatan ekonomi di tingkat provinsi sudah mulai stabil. Pengadaan barang di lokasi terdekat diharapkan dapat mempercepat proses sampai ke tangan masyarakat di tingkat kabupaten atau kota melalui jalur darat.

"Untuk barang-barang yang sudah bisa kita adakan di tiap provinsi karena secara umum kegiatan ekonomi di ibukota provinsi ini sudah mulai berjalan seperti biasa, maka kita akan optimalkan pembelanjaan barang pemenuhan logistik di ibukota provinsi dan didorong ke tiap kabupaten/kota dengan menggunakan jalur darat," pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menanti Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag Buka Seleksi Nasional Madrasah Unggulan 2026, Simak Jalur dan Jadwalnya
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Siapa Pemilik KIJA? Emiten Kawasan Industri, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Kritik Langkah Demokrat Satu Barisan dengan Prabowo Soal Pilkada, Jhon Sebut SBY Dikhianati
• 18 jam lalufajar.co.id
thumb
2026 Baru Dimulai, Motor Honda Sudah Dapat Diskon
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.