Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan dan mengeluarkan bau tidak sedap terlihat di TPS Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (5/1).
Tumpukan sampah di depan tempat penampungan sementara (TPS) tersebut berada dekat dengan hunian warga.
Madi, salah satu petugas sampah, mengatakan sampah dari gerobaknya tertahan karena tumpukan sampah di kawasan tersebut sudah menggunung sejak awal tahun.
“Iya, saya jadi banyak diprotes warga karena banyak sampah yang belum terangkut di wilayah. Kalau dilihat langsung, kita buang ke sini juga sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga mengeluhkan volume sampah yang meluber hingga ke jalan. TPS tersebut dipenuhi tumpukan sampah yang menutupi sebagian badan jalan. Kondisi itu membuat hanya pengendara sepeda motor yang bisa melintas.
Salah satu warga, Enyak (80), mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sampah yang meluber ke jalan sudah terjadi sejak awal tahun baru.
Enyak mengatakan warga sekitar sudah memprotes kondisi tersebut. Namun, dalam sehari hanya satu truk yang mengangkut sampah.
“Ya sudah protes-protes. Mobil kan enggak bisa lewat. Kalau mobil pengangkut sampah enggak datang, mau pakai apa? Tadi satu atau dua kali sudah datang,” ucapnya.
Ia berharap sampah segera diangkut untuk mengurangi bau tak sedap. “Ya bau mah bau. Pengennya sih segera diangkutin. Kerasa baunya kalau lagi duduk di depan begini,” ujarnya.
Penjelasan KelurahanSementara itu, Sekretaris Kelurahan Baktijaya, Bambang Sugiharto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terkait pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
“Biasanya dari pagi sudah ada pengangkutan sampah. Mungkin kendalanya terkait armada mobil sampahnya saja,” kata Bambang.
Ia menambahkan, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk penandaan gerobak sampah khusus untuk pembuangan di wilayah tersebut. Namun, masih banyak warga yang membuang sampah pada malam hari sehingga sampah kembali meluber ke jalan.
“Pihak kelurahan sudah berkoordinasi agar pengambilan sampah dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, supaya tidak menimbulkan kemacetan akibat pengangkutan sampah,” tutupnya.





