Menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa untuk mengabdi pada kedaulatan negara. Setiap tahun, ribuan pemuda-pemudi terbaik bangsa berkompetisi ketat untuk mengenakan seragam loreng kebanggaan ini. Namun, semangat saja tidak cukup. Persiapan fisik, mental, dan administrasi yang matang adalah kunci utama untuk menembus seleksi yang dikenal sangat ketat dan disiplin.
Artikel ini dirancang sebagai panduan komprehensif (evergreen) bagi Anda yang berniat mengikuti rekrutmen TNI AD, baik melalui jalur Tamtama, Bintara, maupun Akademi Militer (Akmil). Simak strategi, syarat, dan tahapan seleksinya di bawah ini.
Mengenal 3 Jalur Utama Masuk TNI ADSebelum mendaftar, pahami dulu jalur mana yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan tujuan karier Anda. TNI AD membuka tiga pintu utama bagi lulusan SMA/Sederajat hingga Sarjana:
- Tamtama PK (Prajurit Karier): Jalur ini diperuntukkan bagi lulusan minimal SMP/SMA sederajat. Pendidikan berlangsung singkat (sekitar 5 bulan) dengan fokus pada taktik dasar tempur. Lulusan akan berpangkat Prajurit Dua (Prada).
- Bintara PK: Diperuntukkan bagi lulusan SMA/MA/SMK. Bintara adalah tulang punggung satuan, berperan sebagai penghubung antara Perwira dan Tamtama. Lulusan akan berpangkat Sersan Dua (Serda).
- Taruna Akademi Militer (Akmil): Jalur pencetak calon pemimpin (Perwira). Pendidikan setara D4/S1 selama 4 tahun di Magelang. Lulusan akan dilantik Presiden menjadi Letnan Dua (Letda).
- Perwira Prajurit Karier (Pa PK): Khusus bagi lulusan D3, D4, S1, hingga S1 Profesi (Dokter, Psikolog, dll) yang ingin berkarier di militer sesuai keahliannya.
Meskipun setiap jalur memiliki spesifikasi teknis yang berbeda, terdapat syarat mutlak yang bersifat timeless (abadi) bagi setiap calon prajurit:
- Warga Negara Indonesia (WNI): Pria/Wanita, bukan prajurit TNI/Polri/PNS.
- Beriman dan Bertakwa: Menganut salah satu agama yang diakui di Indonesia.
- Setia pada NKRI: Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Usia: Umumnya minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan (untuk Tamtama/Bintara/Akmil). Jalur Pa PK memiliki batas usia lebih tinggi (hingga 30 tahun untuk profesi tertentu).
- Tinggi Badan:
- Pria: Minimal 163 cm (dapat berubah sesuai kebijakan tahun berjalan).
- Wanita: Minimal 157 cm.
- Sehat Jasmani & Rohani: Bebas narkoba, tidak berkacamata (kecuali jalur profesi tertentu), tidak bertato/bertindik (kecuali ketentuan adat).
- Status Pernikahan: Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan hingga 2 tahun setelah dilantik.
Catatan: Jadwal pendaftaran dapat berubah sewaktu-waktu. Cek artikel berita terbaru kami untuk jadwal rekrutmen tahun ini.
Tahapan Seleksi: "The Gauntlet"Proses seleksi TNI AD menggunakan sistem gugur. Artinya, jika Anda gagal di satu tahap, Anda tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Berikut urutannya:
1. Seleksi AdministrasiPemeriksaan kelengkapan dokumen seperti KTP, KK, Ijazah, SKCK, Akta Kelahiran, dan BPJS. Kesalahan kecil seperti perbedaan ejaan nama antara Akta dan Ijazah bisa berakibat fatal.
2. Tes Kesehatan (Rikkes)Dibagi menjadi dua tahap:
- Rikkes I: Pemeriksaan fisik luar (postur, mata, gigi, THT, varises, kulit).
- Rikkes II: Pemeriksaan dalam (Rontgen, EKG jantung, USG, urin, dan darah).
Ini adalah momok bagi banyak peserta. Standar fisik TNI AD sangat tinggi:
- Lari 12 Menit: Target minimal 2.800 - 3.200 meter untuk nilai aman.
- Pull Up: Melatih otot punggung dan lengan (Target: 10-18 kali).
- Sit Up & Push Up: Masing-masing 1 menit (Target: >40 kali).
- Shuttle Run: Lari angka 8 secepat mungkin.
- Renang: Jarak 50 meter gaya dada/bebas.
Tes tertulis dan wawancara untuk mengukur loyalitas Anda terhadap negara serta memastikan Anda bersih dari paparan ideologi radikal atau terlarang.
5. PsikotesMengukur IQ, kepribadian, ketahanan kerja, dan stabilitas emosi. Soal sering meliputi logika aritmatika, menggambar (pohon/orang), dan tes koran (Pauli/Kraepelin).
6. Pantukhir (Panitia Penentu Akhir)Sidang gabungan para petinggi panitia untuk melihat akumulasi nilai dan performa fisik calon secara langsung sebelum dinyatakan lulus.
Tips Lolos SeleksiSebagai kandidat, Anda harus membangun otoritas diri Anda sendiri. Berikut tips dari para ahli dan pelatih fisik:
- Persiapan 6-12 Bulan: Membentuk otot dan stamina tidak bisa instan. Mulailah berlatih lari dan calisthenics setahun sebelum mendaftar.
- Medical Check-up Mandiri: Lakukan general check-up di RS swasta/daerah sebelum mendaftar. Jika ada gigi berlubang atau varises, obati segera. Jangan menunggu diperiksa panitia.
- Latih Akademik: Untuk jalur Bintara dan Akmil, terdapat tes akademik (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKn). Jangan remehkan ini.
- Jaga Rekam Jejak Digital: Panitia Mental Ideologi kini semakin canggih memantau aktivitas media sosial calon prajurit. Hindari postingan berbau SARA atau radikalisme.
Pastikan Anda memiliki dokumen berikut dalam map yang rapi (biasanya rangkap 5-10 sesuai instruksi):
- [ ] Kartu Pendaftaran Online (cetak dari web resmi).
- [ ] KTP Calon & KTP Orang Tua (Asli & Fotokopi).
- [ ] Kartu Keluarga (KK).
- [ ] Akta Kelahiran.
- [ ] Ijazah SD, SMP, SMA/Sederajat & SKHU/Transkrip Nilai.
- [ ] SKCK dari Polres setempat.
- [ ] Surat Keterangan Belum Menikah (dari Kelurahan/KUA).
- [ ] Kartu BPJS Kesehatan aktif.
- [ ] Pas foto terbaru (latar merah, kemeja putih).
TIDAK. Seluruh proses rekrutmen TNI AD 100% GRATIS. Jika ada oknum yang meminta uang dengan janji kelulusan, segera laporkan. Itu adalah penipuan (calo).
Bolehkah mata minus mendaftar TNI AD?Secara umum, untuk jalur tempur (Tamtama/Bintara/Akmil), peserta tidak boleh berkacamata (visus mata harus normal). Namun, untuk jalur Perwira Prajurit Karier (Pa PK) bidang keahlian khusus (seperti Dokter atau IT), toleransi mata minus terkadang diberikan dengan batas tertentu.
Apakah gigi berlubang bisa lulus?Gigi berlubang mengurangi poin kesehatan secara signifikan. Sebaiknya tambal semua gigi berlubang dan bersihkan karang gigi (scaling) sebelum tes kesehatan.
Berapa gaji prajurit TNI AD baru lulus?Gaji pokok diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah). Untuk Tamtama (Prada) berkisar Rp1,6 juta - Rp2,5 juta, belum termasuk tunjangan kinerja, tunjangan lauk pauk, dan tunjangan perbatasan yang bisa membuat take home pay jauh lebih besar.
Siap Mengabdi?
Informasi pendaftaran resmi hanya dapat diakses melalui website: ad.rekrutmen-tni.mil.id. Pastikan Anda selalu memantau website tersebut untuk jadwal validasi dan lokasi pendaftaran ulang di Kodam/Korem terdekat. (Z-10)




