Jelang Peresmian RDMP Balikpapan, Stok BBM Solar Kini Masih Gunakan Kuota Impor 2025

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar awal tahun ini masih akan menggunakan kuota impor carry-over dari 2025 hingga Februari–Maret 2026.

Jelang Peresmian RDMP Balikpapan, Stok BBM Solar Kini Masih Gunakan Kuota Impor 2025. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar awal hingga Februari–Maret 2026 masih akan menggunakan kuota impor carry-over dari 2025. Hal ini dilakukan selama masa transisi menuju mulai produksinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, produksi dari RDMP Balikpapan baru akan dimanfaatkan secara optimal mulai April 2026, seiring dengan penyiapan stok dan infrastruktur distribusi.

Baca Juga:
Kilang Raksasa di Balikpapan Diresmikan Desember 2025, Ini Progres Penyelesaiannya

"Sampai Februari–Maret kita masih pakai kuota 2025. April baru kita gunakan. Pertamina perlu menyiapkan stok, pelabuhan, dan mekanisme pengambilan oleh badan usaha swasta. Kalau semua sudah siap, baru kita laksanakan," katanya di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2025).

Laode memastikan Indonesia akan menghentikan impor Solar mulai 2026. Kebijakan tersebut akan ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, khususnya setelah beroperasinya proyek RDMP Balikpapan milik PT Pertamina (Persero). Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan energi.

Baca Juga:
RDMP Balikpapan Diresmikan 10 November 2025, Bahlil: Kita Enggak Akan Impor Solar Lagi

"Bukan penutupan, ya. Sesuai yang sudah diumumkan Pak Menteri, tahun 2026 nanti Solar sudah tidak kita impor lagi. Kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah RDMP Balikpapan beroperasi," ujar Laode.

Baca Juga:
Kilang Balikpapan Punya Tangki Raksasa dan Dermaga Apung Baru

Menurutnya, rencana tersebut telah disosialisasikan kepada badan usaha, termasuk pihak swasta. Pemerintah juga tengah menyiapkan skema distribusi agar pasokan Solar domestik tetap terjaga saat kebijakan ini mulai diterapkan.

Laode memastikan proyek tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan utama dan saat ini hanya menunggu peresmian secara formal. Peresmian ditargetkan berlangsung pada Januari 2026.

Baca Juga:
Bahlil soal Target RI Tak Lagi Impor Solar di 2026: Tunggu Kesiapan RDMP Balikpapan

"Menunggu peresmian saja. Insyaallah di bulan Januari ini," katanya.

RDMP Balikpapan dinilai akan menjadi tulang punggung Indonesia dalam upaya melepaskan ketergantungan pada impor Solar. Dengan tambahan kapasitas kilang, pemerintah optimistis kebutuhan solar nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Super Flu Mulai Terdeteksi di Jateng, Dinkes Ungkap Gejalanya
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Koalisi Pemerintahan Setuju, PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD Karena Nilai Upaya Langgengkan Kekuasaan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bareskrim Ungkap 17 Perusahaan Fasilitasi Judi Daring, Deposit Kini Kebanyakan Lewat QRIS
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Jadi Magnet Liburan, Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Planetarium TIM Selama Libur Nataru
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Usai Venezuela, AS Buka Opsi Operasi Militer Buat Ambil Alih Greenland
• 19 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.