Penulis: Alfin
TVRINews, Bogor
Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam retret kabinet di Hambalang, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026. Arahan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai kegiatan dan menjadi fokus kerja pemerintah sepanjang 2026.
Prasetyo menyampaikan Presiden menaruh perhatian besar pada percepatan program hilirisasi nasional. Enam proyek hilirisasi telah diputuskan memulai tahap peletakan batu pertama pada Januari. Selain itu, Presiden meminta percepatan terhadap 18 proyek lain agar dapat segera dijalankan.
Target pemerintah, seluruh proyek hilirisasi tersebut sudah dapat dilaksanakan paling lambat pada Februari hingga Maret 2026.
Dalam retret tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral juga melaporkan capaian lifting minyak nasional. Produksi minyak berhasil mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025 sebesar 605 ribu barel per hari.
“Selanjutnya juga beliau memaparkan mengenai target lifting minyak kita di 2026 yang kita berharap dengan beberapa strategi-strategi termasuk eksplorasi dan penemuan ada 75 blok minyak baru,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pada konferensi pers, Selasa malam, 6 Januari 2026.
“yang kita harapkan di bulan depan sudah bisa dilelang untuk mempercepat penambahan produksi minyak kita,” lanjut Prasetyo Hadi.
Presiden Prabowo juga memberi perhatian serius pada pemerataan listrik nasional. Hingga saat ini masih terdapat 5.700 desa yang belum teraliri listrik. Pada 2025, pemerintah berhasil menyambungkan listrik ke sekitar 1.400 desa.
Presiden meminta percepatan penyelesaian agar seluruh desa tersebut dapat segera menikmati aliran listrik. Target penyelesaian diminta dilakukan secepat mungkin.
Editor: Redaktur TVRINews





