Main Padel Siang vs Malam: Mana Lebih Seru dan Baik untuk Performa?

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Bagi komunitas padel di Indonesia, perdebatan mengenai waktu bermain terbaik seolah tidak ada habisnya.

Apakah kamu adalah tim "pencari keringat" di bawah terik matahari, atau tim "lampu sorot" yang baru muncul setelah jam kantor?

Ternyata, perbedaan waktu main bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan juga memengaruhi fisik bola dan performa tubuhmu.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan untuk main padel pada siang atau malam hari.

 

Main di Siang Hari: Ujian Stamina dan Bola yang "Liar"
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/anap valladares

Bermain di bawah sinar matahari, terutama pukul 09.00-15.00 menawarkan tantangan fisik yang luar biasa.

Suhu yang tinggi membuat tekanan di dalam bola padel meningkat, sehingga bola terasa lebih ringan dan membal lebih tinggi.

Keuntunganya ini bisa menjadi waktu terbaik bagi kamu yang memiliki gaya permainan agresif.

Bola yang sangat membal memudahkanmu melakukan teknik smash yang membawa bola keluar lapangan (por tres). Selain itu, kamu mendapatkan asupan vitamin D alami.

Tantangannya, risiko dehidrasi sangat tinggi. Kamu membutuhkan manajemen hidrasi yang ketat.

Silau matahari juga sering menjadi kendala saat harus melakukan pukulan atas (overhead).

 Main di Malam Hari: Strategi Lebih Taktis dan Kaca yang Licin
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Anhelina Vasylyk

Malam hari adalah waktu paling populer di kota-kota besar karena suhu udara yang lebih bersahabat.

Namun, suhu udara yang lebih dingin membuat tekanan bola menurun, sehingga bola terasa sedikit lebih berat dan lambat.

Keuntungannya, permainan cenderung lebih taktis dan panjang (rally lama) karena bola tidak terlalu membal.

Ini sangat cocok untuk pemain yang mengandalkan penempatan bola (placement) daripada kekuatan kasar.

Selain itu, suasana malam dengan lampu LED lapangan memberikan energi sosial yang lebih tinggi.

Tantangannya, kelembapan udara malam sering kali membuat dinding kaca lapangan menjadi basah atau berembun.

Kondisi tersebut juga membuat bola yang mengenai kaca akan jatuh secara vertikal (tergelincir), sebuah mimpi buruk bagi pemain yang belum terbiasa dengan "kaca licin".


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Densus 88 Ungkap 67 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan: Ancaman Baru Terorisme Non-Agama
• 22 jam laludisway.id
thumb
Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia
• 6 jam laludetik.com
thumb
2 Maling Motor Ditangkap Warga Saat Beraksi Depan Warung Jamu di Karawaci
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kemenhaj Tetapkan Skema Baru Pembagian Petugas Haji Khusus
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Warga Tolak Eksekusi Rumah di Bekasi, Sebut Telah Beli Secara Sah dari Pengembang
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.