FAJAR, MAKASSAR – Bupati Gowa Husniah Talenrang menanggapi isu terkait ajudannya yang ditarik, sopir dipecat, hingga dikawal organisasi bodyguard.
Ketua DPW PAN Sulsel itu angkat bicara setelah isu ini beredar di sosial media, bahwa dirinya tidak lagi dikawal oleh anggota kepolisian, melainkan organisasi pengawal.
Dia menegaskan komitmennya untuk lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan urusan pribadi. Termasuk kabar simpang siur yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.
“Kita lebih mementingkan masyarakat. Kalau soal saya viral itu biasa. Lebih baik kita bekerja, karena masih banyak infrastruktur yang perlu dibenahi, jalanan di Gowa juga masih banyak yang rusak, dan masih banyak masyarakat butuh perhatian,” ujarnya, Selasa, 6 Januari.
Lebih lanjut dia menyampaikan, dia saat ini memilih lebih fokus untuk bekerja dibanding harus menanggapi hal-hal seperti itu. “Hal biasa itu, kita lebih baik kerja saja untuk masyarakat,” lanjutnya.
Dia juga menegaskan, program-program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan warga menjadi perhatian utamanya. Sehingga, pelayanan terhadap masyarakat bisa terwujud dengan prima.
“Kami sekarang justru lebih memikirkan program prioritas. Yang kami pentingkan ini kan pelayanan publik, bukan urusan pribadi,” tegasnya.
Husniah menekankan, kesejahteraan masyarakat Gowa tetap menjadi fokus utama. Upaya itu terus dilakukan meski kondisi anggaran masih dalam keterbatasan. “Di tengah efisiensi saat ini, kita lebih pentingkan masyarakat, bagaimana mensejahterakannya,” imbuhnya.
Kemudian mengenai aktivitasnya yang berjalan tanpa pengawalan, Husniah menyebut hal itu biasa saja dan bukan kewajiban. “Tidak apa-apa tanpa pengawalan, itu kan tidak wajib ji,. Menteri saja tidak dikawal, apalagi kami yang kepala daerah,” terangnya.
Dengan begitu, dia tegas membantah isu penggunaan organisasi bodyguard pribadi. Dia mengaku masih tetap dikawal oleh ajudan dari STPDN.
“Tidak ada saya pakai organisasi bodyguard. Ngapain, kan ada STPDN-ku. Saya tidak pernah pakai bodyguard, itu tidak benar,” tegasnya.
Bahkan dia mengaku, penghasilannya sebagai kepala daerah justru lebih banyak diberikan untuk membantu masyarakat yang lebih membutuhkan. “Gaji ku saja saya kasih ke masyarakat ku. Jadi tidak benar itu (isu),” ungkapnya.
Terkait isu pemecatan sopir, Husniah juga meluruskan kabar yang beredar. Kata dia, tidak ada pemecatan seperti yang diberitakan maupun beredar di medsos.
“Tidak dipecat itu sopir. Itu sepupu saya, urusan pribadinya. Saya hanya suruh selesaikan dulu masalah pribadinya,” jelasnya. (wid)


