Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Federal New York atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata atau narcoterrorism yang dituduhkan oleh pemerintahan Donald Trump. Maduro menegaskan tidak bersalah dan mengecam Amerika Serikat atas penculikan terhadap dirinya dan istrinya.
Maduro menegaskan dirinya masih Presiden sah Venezuela, meskipun Amerika telah menunjuk Delcy Rodriguez sebagai Presiden Interim Venezuela. Delcy Rodriguez dinilai banyak kalangan sebagai boneka Amerika Serikat untuk memuluskan imperialisme Barat.
Baca:
Trump Blak-Blakan Ingin Caplok Minyak Venezuela
Invasi besar-besaran Amerika Serikat ke sejumlah titik di Venezuela menjadi puncak dari tekanan pemerintah Trump terhadap Venezuela. Tindakan sewenang-wenang Trump dan pemerintahannya ini menuai kecaman dunia.
Sebelumnya, Maduro diculik pada Sabtu, 3 Januari 2026. Amerika Serikat menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Trump juga mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba.
Sejak September 2025, pasukan Amerika Serikat membunuh lebih dari 100 orang dalam 30 serangan terhadap kapal-kapal yang dituduh terlibat penyelundupan narkoba di Karibia dan Pasifik.


