KOMPAS.TV – Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan kegiatan belajar mengajar menggunakan tenda bagi sejumlah sekolah terdampak bencana di Sumatera akan berlangsung hingga dua pekan ke depan.
Perkiraan itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, persiapan kegiatan belajar mengajar di sekolah terdampak bencana, termasuk pembersihan kawasan pendidikan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Update BNPB: Korban Meninggal akibat Banjir di Kepulauan Sitaro Menjadi 16 Orang
“Ini yang menjadi fokus atensi kita sejak hari Sabtu, untuk persiapan dari pembukaan proses belajar mengajar, pembersihan kawasan pendidikan,” tuturnya.
“Kemudian memang ada beberapa tempat yang kemudian masih menggunakan tenda darurat pada saat hari pertama proses belajar mengajar,” tambahnya.
Meski sejumlah sekolah harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda sementara, menurutnya, hal itu tidak mengurangi semangat para siswa untuk menuntut ilmu.
“Tapi, tentu saja ini tidak mengurangi semangat dari para adik-adik kita usia belajar untuk kemudian memulai proses belajar mengajar di semester genap ini,” tegasnya.
“Untuk sekolah-sekolah yang hari kemarin itu masih memulai proses belajar mengajar di tenda sementara, mungkin ini masih akan berlangsung hingga 2-3 minggu ke depan sampai benar-benar nanti sekolah itu bersih dan bisa dioptimalkan seperti semula,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, Muhari juga menuturkan, jumlah pengungsi terus menurun dengan puncak pada 8 Desember 2025 lalu. Selain itu, jumlah korban hilang juga terus berkurang.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- sekolah terdampak bencana
- belajar di tenda
- kegiatan belajar mengajar




