Bogor: Pemerintah mencatatkan capaian positif di sektor energi dengan keberhasilan memenuhi target lifting minyak nasional sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa produksi minyak Indonesia telah menyentuh angka 605.000 barel per hari (bph).
Hal itu dilaporkan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Retret Jilid II di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Menteri ESDM melaporkan mengenai keberhasilan kita mencapai target lifting minyak sesuai target di APBN sebesar 605.000 barel per hari," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Padepokan Garuda Yaksa dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 6 Januari 2026.
Baca Juga :
Target 2026, Prabowo Instruksikan 5.700 Desa Tak Lagi Gelap GulitaKeberhasilan ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk mematok target yang lebih optimistis pada 2026. Prasetyo menjelaskan bahwa Kementerian ESDM telah menyusun sejumlah strategi strategis, termasuk akselerasi eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mengumumkan rencana besar untuk melelang puluhan blok minyak baru dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi tantangan penurunan produksi alami (natural decline) di sumur-sumur tua.
Retret Kabinet Merah Putih. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
"Beliau memaparkan mengenai target lifting minyak kita di 2026, yang kita berharap dengan beberapa strategi, termasuk eksplorasi dan penemuan ada 75 blok minyak baru yang kita harapkan di bulan depan sudah bisa dilelang," jelas Prasetyo.




