Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh kembali menggelar proses belajar mengajar di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh yang selama ini terhenti akibat bencana alam banjir bandang.
"Meski wilayah mereka luluh lantak akibat banjir bandang, semangat para siswa untuk kembali ke bangku sekolah tidak surut," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya Zulkifli di Nagan Raya, Selasa.
Ia mengatakan proses belajar mengajar telah kembali dimulai di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Aceh sejak Senin (5/1).
Ia menjelaskan khusus untuk jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar mengajar sementara dipusatkan di satu fasilitas, yakni SD Negeri 2 Beutong Ateuh yang berlokasi di Gampong Meurandeh Suak, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Pemindahan lokasi belajar ini dilakukan karena SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang telah rata dengan tanah akibat banjir bandang.
Baca juga: Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Berjalan, Terapkan Kurikulum Adaptif dan Fleksibilitas Asesmen
Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pascabencana, kehadiran anak-anak di sekolah menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus membangkitkan optimisme.
Kegiatan belajar mengajar dapat kembali dimulai setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya mengambil langkah cepat dan terukur, antara lain dengan menyiapkan fasilitas pendidikan darurat, membersihkan lingkungan sekolah, serta memastikan keamanan dan kelayakan lokasi untuk mendukung aktivitas pembelajaran.
Zulkifli mengatakan sesuai arahan Bapak Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, aktivitas belajar mengajar bagi anak-anak SD dan SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang juga harus segera dilaksanakan.
"Alhamdulillah, seperti anak-anak di daerah lain di Indonesia, sejak dua hari ini proses belajar mengajar telah kembali berjalan,” katanya.
Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan sektor pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah daerah dan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun.
Menurut dia, kembalinya anak-anak ke sekolah bagian penting dari proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat pasca-bencana.
“Kita ingin memastikan anak-anak tetap belajar, tetap ceria, dan tetap memiliki harapan. Pendidikan adalah fondasi masa depan Nagan Raya,” katanya.
Pemkab Nagan Raya terus berkomitmen melakukan pemulihan secara menyeluruh di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, baik pada sektor pendidikan, infrastruktur, maupun pemulihan kehidupan sosial masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Baca juga: Disdikbud Aceh Timur terapkan kurikulum darurat KBM pascabanjir
Baca juga: Baznas RI bantu peralatan sekolah bagi korban bencana alam di Agam
"Meski wilayah mereka luluh lantak akibat banjir bandang, semangat para siswa untuk kembali ke bangku sekolah tidak surut," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya Zulkifli di Nagan Raya, Selasa.
Ia mengatakan proses belajar mengajar telah kembali dimulai di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Aceh sejak Senin (5/1).
Ia menjelaskan khusus untuk jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar mengajar sementara dipusatkan di satu fasilitas, yakni SD Negeri 2 Beutong Ateuh yang berlokasi di Gampong Meurandeh Suak, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Pemindahan lokasi belajar ini dilakukan karena SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang telah rata dengan tanah akibat banjir bandang.
Baca juga: Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Berjalan, Terapkan Kurikulum Adaptif dan Fleksibilitas Asesmen
Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pascabencana, kehadiran anak-anak di sekolah menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus membangkitkan optimisme.
Kegiatan belajar mengajar dapat kembali dimulai setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya mengambil langkah cepat dan terukur, antara lain dengan menyiapkan fasilitas pendidikan darurat, membersihkan lingkungan sekolah, serta memastikan keamanan dan kelayakan lokasi untuk mendukung aktivitas pembelajaran.
Zulkifli mengatakan sesuai arahan Bapak Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, aktivitas belajar mengajar bagi anak-anak SD dan SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang juga harus segera dilaksanakan.
"Alhamdulillah, seperti anak-anak di daerah lain di Indonesia, sejak dua hari ini proses belajar mengajar telah kembali berjalan,” katanya.
Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan sektor pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah daerah dan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun.
Menurut dia, kembalinya anak-anak ke sekolah bagian penting dari proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat pasca-bencana.
“Kita ingin memastikan anak-anak tetap belajar, tetap ceria, dan tetap memiliki harapan. Pendidikan adalah fondasi masa depan Nagan Raya,” katanya.
Pemkab Nagan Raya terus berkomitmen melakukan pemulihan secara menyeluruh di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, baik pada sektor pendidikan, infrastruktur, maupun pemulihan kehidupan sosial masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Baca juga: Disdikbud Aceh Timur terapkan kurikulum darurat KBM pascabanjir
Baca juga: Baznas RI bantu peralatan sekolah bagi korban bencana alam di Agam




