REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Pelindo Regional 3 melaporkan jumlah arus penumpang selama penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai 373.760 orang hingga H+10 atau 4 Januari 2026. Data ini menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencatatkan 364.339 penumpang.
Menurut Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, peningkatan tersebut terlihat dari pergerakan penumpang di 21 terminal yang dikelola Pelindo Regional 3. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menjadi pelabuhan tersibuk dengan melayani 124.714 penumpang selama periode tersebut. Sementara itu, Pelabuhan Gresik juga mencatat peningkatan penumpang menjadi 8.071 orang.
Selain arus penumpang, aktivitas bongkar muat kendaraan juga relatif stabil hingga H+10, dengan total 43.464 unit kendaraan dibongkar dan 44.471 unit kendaraan dimuat. Hal ini mendukung distribusi dan pergerakan kendaraan selama masa Nataru.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Daru menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kelancaran penyelenggaraan Nataru di wilayah kerja Pelindo Regional 3. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh insan Pelindo serta dukungan pemangku kepentingan, termasuk langkah antisipatif seperti perbaikan fasilitas terminal dan penambahan personel.
Daru juga menekankan bahwa pengalaman selama angkutan Nataru ini menjadi bekal penting bagi Pelindo Regional 3 dalam mempersiapkan angkutan Lebaran yang secara historis memiliki tingkat pergerakan lebih tinggi. Sinergi dengan pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk memastikan layanan kepelabuhanan yang aman dan nyaman.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.


